Makalah Kualitas Air

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya tidak ada air di bumi. Namun, air dapat menjadi malapetaka jika tersedia dalam kondisi yang tidak benar, baik kualitas maupun kuantitas airnya. Air yang bersih sangat dibutuhkan manusia, baik untuk keperluan sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, dan sebagainya.

Di zaman sekarang, air menjadi masalah yang memerlukan perhatian serius. Untuk mendapatkan air yang baik sesuai dengan standar terntentu sudah cukup sulit untuk di dapatkan. Hal ini dikarenakan air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari berbagai hasil kegiatan manusia. Sehingga menyebabkan kualitas air menurun, begitupun dengan kuantitasnya.

Sebelumnya telah terjadi banyak pencemaran air, seperti di Teluk Jakarta yang berakibat bagi para petambak. Bukan hanya beberapa spesies ikan yang hilang, tetapi udang dan bandeng juga banyak yang mati. Secara kimiawi, pencemaran yang terjadi di Teluk Jakarta termasuk cukup parah. Sehingga indicator pencemar seperti kerang hijau terlah berkembang secara pesat. Selain itu, penggunaan pestisida yang berlebihan dan berlangsung lama juga akan berakibat terjadinya pencemaran air. Seperti yang terjadi di NTB, dimana terjadi pencemaran air akibat penggunaan pestisida yang berlebihan dalam waktu yang lama.

Krisis air juga terjadi di hampir semua Pulau Jawa dan sebagian Sumatera, terutama kota-kota besar baik akibat pencemaran limbah cair industri, rumah tangga maupun pertanian. Selain merosotnya kualitas air akibat pencemaran, krisis air juga terjadi dari kurangnya ketersediaan air dan terjadinya erosi akibat pembabatan hutan di hulu serta perubahan pemanfaatan lahan di hulu dan hilir.
Pencemaran air yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, seperti beberapa contoh di atas, telah mengakibatkan terjadinya krisis air bersih. Lemahnya pengawasan pemerintah serta keengganan untuk melakukan penegakan hukum secara benar menjadikan problem pencemaran air menjadi hal yang kronis yang makin lama makin parah.

BAB II
PEMBAHASAN

Air menjadi kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Dengan adanya air, semua makhluk hidup dapat mempertahankan hidupnya. Cobalah rasakan, seandainya dalam satu hari saja kamu tidak minum, apa yang terjadi? Ya, kamu akan merasa haus dan mungkin kekurangan cairan tubuh. Seperti manusia, hewan dan tumbuhan juga akan terganggu metabolismenya jika kekurangan air. Keberadaan air di Bumi sangat penting bagi kehidupan. Air terdapat di permukaan Bumi, di dalam tanah, dan di udara. Wujud air tidak hanya cair, tetapi dapat ] berwujud padat (es) dan uap air. Air di Bumi selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan dari bentuk satu ke bentuk lain. Peredaran air di Bumi yang disebut siklus hidrologi berlangsung terus-menerus.

Jumlah air di bumi tidak bertambah dan tidak berkurang, namun wujud dan tempatnya sering mengalami perubahan. Perubahan wujud air (padat, cair, dan gas) membentuk suatu siklus atau daur yang disebut siklus hidrologi seperri di atas. Air adalah esensial untuk kehidupan. Kebutuhan air tidak saja menyangkut kuantitas, melainkan juga kualitas. Jimlah air yang tersedia sangat berkaitan dengan iklim, terutama curah hujan. Air juga berkaitan dengan hutan, baik kuantitasnya maupun kualitasnya. Faktor penting lain yang mempunyai pengaruh besar pada kuantitas dan kualitas air yang tersedia ialah kegiatan manusia.

A. Sumber Air

Secara keseluruhan, air yang terdapat dipermukaan bumi membentuk sebuah lingkaran (siklus) air. Air di lautan, sungai, sumur, danau dan waduk akan menguap menjadi uap air. Titik uap akan bergerombol membentuk awan. Kandungan uap di awan akan terkondensasi menjadi butiran-butirn air hujan. Selanjutnya hujan membasahi permukaan bumi dan meresap menjadi air tanah sehingga membentuk mata air, sumur, danau ataupun mengalir melewati sungai menuju lautan. Siklus air tersebut akan berputar terus menerus
Sumber air secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Air Laut memiliki rasa asin karena mengandung senyawa garam murni (NaCl) yang cukup tinggi, kadar garam murni sekitar 3% dari jumlah total keseluruhan air laut. Saat ini teknologi yang dapat merubah air laut menjadi air tawar yang layak dikonsumsi masih teknologi tinggi yaitu dengan filterisasi dan destilasi dimana proses ini memerlukan energi yang besar sehingga hanya negeri kaya dan maju yang baru bisa mengaplikasikan teknologi penjernihan air laut.
  • Air Hujan merupakan hasil proses penguapan (evaporasi) air di permukaan bumi akibat pemanasan oleh sinar matahari. Dalam keadaan ideal (tanpa pencemaran air) air hujan merupakan air bersih dan dapat langsung dikonsumsi manusia. Namun pada saat evaporasi berlangsung air yang menguap sudah tercemar, dan air hujan yang turun juga tercemar oleh polusi udara (industry, otomotif dll) akhirnya air hujan tidak lagi mempunyai pH normal lagi melainkan bersifat asam.
  • Air Permukaan adalah semua air yang terdapat di permukaan tanah, antara lain sumur, sungai, rawa dan danau. Air permukaan berasal dari air hujan yang meresap dan membentuk mata air di gunung atau hutan, kemudian mengalir di permukaan bumi dan membentuk sungai atau mengumpul di tempat cekung yang membentuk danau ataupun rawa.
  • Air tanah Menurut definisi undang-undang sumber daya air, air tanah merupakan air yang terdapat didalam tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Air tanah memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi, sifat dan kandungan mineral air tanah dipengaruhi oleh lapisan tanah yang dilaluinya. Kandungan mineral air tanah antara lain Na, Mg, Ca, Fe, dan O2.
    Air tanah digolongkan menjadi tiga, yaitu air tanah dangkal (kurang lebih 15 meter di bawah permukaan tanah, air tanah dalam (100-300 meter di bawah permukaan tanah) dan mata air ( mata air merupakan air tanah yang keluar langsung dari permukaan tanah, mata air memiliki kualitas hampir sama dengan kualitas air tanah dalam/dangkal).


B. Persyaratan Fisika

Secara fisika, kualitas air dapat diketahui dengan menggunakan indera penglihatan, perasa, penciuman, dan mencicipi untuk mengetahui rasa, kekeruhan, warna dan bau.
Standar uji fisika antara lain:
  • Kekeruhan
    Kualitas air yang baik adalah jernih (bening) dan tidak keruh. Batas minimal kekeruhan air layak minum menurut Permenkes adalah 5 skala NTU. Kekeruhan air disebabkan oleh partikel-partikel yang tersuspensi dalam air.
  • Tidak berbau dan tidak berasa
    Air yang mempunyai kualitas baik adalah tidak berbau dan tidak berasa. Bau dan rasa dapat dirasakan langsung oleh indra penciuman dan indra perasa. Air yang mempunyai bau dan berasa mengindikasikan ada terjadi proses dekomposisi bahan-bahan organik oleh mikroorganisme dalam air, disebabkan oleh senyawa fenol yang terdapat dalam air atau penyebab lainnya yang menyebabkan air tidak layak untuk dikonsumsi
  • Jumlah padatan terapungPerlu diperhatikan air yang baik dan layak diminum tidak mengandung padatan terapung dalam jumlah yang melebihi batas maksimal yang diperbolehkan (1.000 mg/l).
  • Suhu Normal Air yang baik mempunyai temperatur normal, kurang lebih 30 dari suhu kamar (270C). Suhu air yang melebihi batas normal menunjukan indikasi terdapat bahan kimia yang terlarut dalam jumlah yang cukup besar atau sedang terjadi proses dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme.
  • WarnaWarna pada air dapat disebabkan oleh macam-mcam bahan kimia atau organic. Air yang layak dikonsumsi harus jernih dan tidak berwarna. Permenkes menyatakan bahwa batas maksimal warna air yang layak untuk diminum adalah 15 skala TCU.

C. Persyaratan Kimia

Uji Analisa kualitas air secara kimia sederhana ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan kimia dalam sampel air . Dengan mata telanjang tidak dapat diketahui keberadan zat kimianya. Namun ini bisa dilakukan dengan uji sederhana yaitu membuat teh menggunakan sampel air yang akan diuji.

Teh disini berfungsi sebagai penunjuk saja, jika sampel yang diuji mengalami perubahan warna, lendir atau terdapat minyak pada lapisan atas, maka air tersebut mengandung bahan kimiawi. Semakin cepat perubahan yang terjadi maka semakin tinggi pula kandungan kimia yang ada pada sampel tersebut.

Bila perubahannya lambat atau baru berubah setelah pengamatan satu malam, kandungan kimiawinya lebih sedikit, namun tetap air itu kurang baik dikonsumsi. Air yang mengandung tingkat kesadahan dan kandungan logam tinggi dapat terlihat bila air teh berubah menjadi hitam, ungu atau biru.
Standar baku kimia air layak minum meliputi:
  • Derajat keasaman (pH)
    Kualitas air yang baik/netral berada di rentang pH 7. Air dengan pH di bawah 7 dikatakan asam dan diatas 7 dikatakan basa.
  • Kandungan bahan kimia organic
    Air yang baik memiliki kandungan bahan kimia organik dalam jumlah yang tidak melebihi batas yang ditetapkan. Dalam jumlah tertentu tubuh membutuhkan bahan kimia organik namun apabila melebih batas akan menimbulkan gangguan pada tubuh. Hal itu terjadi Karena bahan kimia organic yang melebihi batas akan terurai dan menimbulkan gangguan pada tubuh. Bahan kimia organic tersebut antara lain seperti: NH4, H2S, SO-42-, dan NO3-
  • Kandungan Bahan kimi anorganik
    Bahan-bahan kimia yang termasuk dalam bahan kimia anorganik antara lain garam dan ion-ion logam (Fe, Al, Cr, Mg, Ca, Cl, K, Pb, Hg, Zn).
  • Tingkat kesadahan rendah
    Derajat kesadahan (CaCO3) maksimum air yang layak minum adalah 500 mg per liter.

D. Kuantitas Air

Di Indonesia yang memiliki curah hujan persatuan luas tertinggi ialah Papua dan terendah ialah Nusa Tenggara. Tempat dengan curah hujan terendah ialah Palu di Sulawesi Tengah. Curah hujan pada umumnya tidak terbagi rata sepanjang tahun, yaitu ada musim hujan dan musim kemarau. Karena itu pasokan air tidak merata, yaitu banyak pada musim hujan dan sedikit pada musim kemarau.

Kauantitas air yang tersedia dipengaruh oleh hutan. Tajuk hutan menangkap air hujan sehingga hanya sebagian dari air hujan yang sampai ke tanah dan meresap ke dalamnya. Dinyatakan dalam pesen curah hujan, makin kecil curah hujannya makin besar yang tertangkap. Pada hujan rintik-rintik hamper 100% curah hujan tertangkap oleh tajuk. Oleh karena itu orang suka berteduh di bawah pohon. Makin tertutup tajuk hutan, makin besar pula persen hujan yang tertangkap. Air hujan yang tertangkap oleh tajuk menguap lagi. Pohon-pohonan yang menyerap air tanah dan menyangkut ke semua bagian tubuh. Air yang diserap itu menguap dari tubuh tumbuhan, terutama dari daun yang mempunyai luas total yang besar. Proses penguapan dari tubuh tumbuhan disebut transpirasi. Kombinasi dari proses penguapan dan transpirasidisebut evapotranspirasi. Karena evapotranspirasi ini jumlah air yang tesedia untuk manusia berkurang. Karena itu hutan sebenarnya bukan menambah, melainkan mengurangi air yang tesedia.

Para peladang berpindah mengetahui hal ini. Mereka membuka hutan perladangannya pada akhir musim hujan dan menggunakan biomassa hutan yang ditebang untuk menutupi permukaan tanah. Dengan demikian air tanah yang hilang karena penguapan dari permukaan tanah dan proses evapotranspirasi hutan dalam musim kemarau berkurang. Selama musim kemarau biomassa yang tersebar diladang mengering. Pada akhir musim kemarau biomassa yang kering dibakar untuk melepaskan mineral yang terkandung di dalamnya. Mineral yang terlepas itu menjadi pupuk tanamannya. Praktik ini sering disebut kearifan ekologi tradisional.

Pada lain pihak hutan dengan sersah di lantainya menggemburkan tanah sehingga memperbesar laju peresapan air ke dalam tanah. Efeknya dua, yaitu pertama, memperbesar suplesi tanah dan kedua, mengurangi laju air larian, yaitu air yang mengalir di permukaan tanah. Dengan demikian persebaran air tanah dalam musim kemarau bertambah dan bahaya banjir dalam musim hujan berkurang.
Uraian singkat di atas menunjukan bahwa hutan mempunyai dua efek yang berlawanan. Kedua efek itu harus kita perhitungkan. Persepsi orang bahwa hutan menambah air benar juga, yaitu yang ditambah ialah suplesi air tanah. Selama suplesi air tanah lebih besar daripada evapotranpirasi, hutan itu menguntungksn. Persediaan air dalam musim kemarau bertambah. Mata air tidak banyak yang mongering sehingga fluktuasi air dalam musim hujan dan musim kemarau tidak besar. Jadi hutan harus kita pelihara. Namun seyogianya proses evapotranpirasi yang mengurangi persediaan air juga diperhitungkan. Ini pentung dalam program reboisasi dan pe nghijauan, terutama di daerah ringkai (arid) dan semi ringkai, misalnya Nusa Tenggara, gar tida memperparah kekurangan air. Ini dapat dilakukan dengan memilih jenis yang mempunyai laj u evapotranspirasi yang rendah. Sebagai pedoman umum ialah jenis asli yang telah menyesuaikan diri dengan keadaan ringkai. Cara lain ialah dengan memangkas tajuk pada musim kemarau, misalnya untuk menggunakan hijauannya sebagai pakan ternak dan kayunya sebagai kayu bakar atau bahan kerajinana tangan. 

Jika luas hutan berkurang, laju resapan air ke dalam tanah menurun, laju air larian naik dan bahaya banjir meningkat. Dalam hal ini bertambahnya air karena berkurangnya luas hutan adalah merugikan. Untuk apa airnya bertambah, jika pertambahan itu berupa banjir. Laju air larian makin besar, jika hutan dikonversi menjedi bangunan fisik, seperti pemukiman, gedung dan jalan. Misalnya, perkiraan kasar konversi hutan belukar dan vegetasi lainnya di Puncak menjadi lahan pemukiman peristirahatan, meningkatnya volume air larian dari 5% curah hujan menjadi 40%. Dengan curah hujan 3000 mm/tahun, kenaikan volume air larian itu ialah 10.500 m³/ha/tahun yang setara dengan 2.100 truk tangki minyak berkapasitas 5.000 liter. Dengan mudah kita dapat menghitung jumlah total tambahan air larian dengan mengalikannya dengn luas belukar dan vegetasi lainnya yang dikonversi menjadi daerah pemukiman. Kenaikan volume air larian ini menjadi tambahan volume banjir kiriman ke Jakarta. Di Jakarta sendiri dilakukan pembangunan yang mengurangi peresapan air hujan, seperti pembuatan dan pelebaran jalan, tempat parker, pembangunan gedung dan perumahan, yang banyak dilakukan di jalur hijau dan taman. Pembangunan ini memperbesar volume airlarian kira-kira dari 20% menjadi 95% curah hujan. Dengan curah hujan 1.700 mm/tahun tambahan volume air larian itu ialah 12.750 m³/ha/tahun yang setara dengan 2.550 truk tangki minyak berkapasitas 5.000 liter. Dengan menginventarisasi luas perubahan tataguna lahan di Puncak dan Jakarta dapatlah dihitung perkiraan tambahan volume air larian. Perhitungan kasar ini menberikan gambaran mengapa kerentanan Jakarta terdadap banjir meningkat. Kerentanan itu meningkat lagi karena terjadinya penyempitan dan pendangkalan sungai, tersumbatnya selokan oleh sampah, keamblesan tanah, konservasi rawa dan situ menjadi tempat bangunan dan air pasang laut.

Contoh lain ialah Bandung. Karena letak geografisnya di cekungan dataran tinggi, secara alamiah  Bandung memang rentan terhadap banjir, terutama Bandung Selatan. Pegunungan yang mengeliingi Bandung, yaitu Burangrang dan Tangkuban perahu di utara, Malangyang di timur serta Malabar dan Patuha di selatan mempunyai curah hujan yang tinggi, yaitu anatara 2.500 mm sampai 4.000 mm/tahun. Daerah pegunungan daerah curah hujan yang tinggi itu jaraknya dekat dari Bandung sehingga air hujan dengan cepat mencapai Bandung. Sementara itu Citarum di selatan Bandung yang mengalir di dasar cekungan dari timur ke barat mempunyai alur yang amat landai dan mengalami pendangkalan karena laju erosi yang tinggi di DAS hulunya sehingga pembuangan air tidak dapat terjadi dengan cepat. Penyusutan luas hutan dan vegetasi lain, bertambahnya daerah pemukiman di daerah Bandung, berkurangnya luass taman dan jalur hijau di Bandung serta tersumbatnya selokan-selokan oleh sampah menambah kerentanan Bandung terhadap banjir. Tak heranlah setiap ada hujan selalu ada banjir di Bandung Timur dan Bandung Selatan dan/atau di dalam kota.

Di seluruh Indonesia dalam musim hujan banjir telah menjadi kejadian rutin. Pada akhir tahun 2000 dan permulaan tahun 2001 telah terjadi banjir besardi abnyak tempat, antara lain, di Jawa Tengah, Sumatera Barat, Aceh, Minahasa, dan juga Jakarta. Banjir dalam musim hujan secara teratur bergantian dengan kekurangan air dalam musim kemarau.

Menurut Bank Dunia tanpa perbaikan efisiensi deficit air irigasi di Jawa pada tahun kering ialah 22 milyar m³/tahun. Unit Manajemen Leuser (UML) melaporkan dalam musim kemarau 1999 sembilan sungai di kawasan Gunung Leuser mengering dan lebih dari 10.000 ha sawah di Aceh Tenggara dan Aceh Selatan mengalami kekeringan. Berdasarkan sigi UML di kawasan Gunung Leuser ketersediaan air dalam tahun 1997/98 telah berkurang dengan 30-40% dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu. Di Jawa pun persawahan yang umumnya mempunyai prasarana irigasi yang baikjuga meengurangi kekurangan air, misalnya di Blora dan Rembang. Di Sumatera Barat 17.900 ha sawah kekeringan.
Kesulitan kekurangan air dipengaruhi dengan adanya penyedotan air tanah yang meningkat dengan tajam di banyak tempat, baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk industri. Di Surabaya dan sekitarnya, misalnya, ekploitasi air tanah 1995 sampai 1997 meningkat hamper dua kali dari 26,6 juta m³ menjadi 49,4 juta. Deflasi air tanah ini melebihi suplesi yang telah menurun karena berkurangnya peresapan air ke dalam tanah sehingga permukaan air tanah menurun. Di Jakarta permukaan air tanah turun rata- rata antara 0,5 – 3 m pertahun. Tekanan air tanah yang semula rata-rata antara 5 – 10 m di atas muka laut, sejak tahun 1960 menjadi negatif. Hal yang serupa terjadi di Dayeuhkolot, Bandung. Tekanan air tanah yang semula positif setelah tahun1970 menurun dengan drastis dan mencapai tekanan -50 m. diperkirakan laju penurunan permukaan air tanah berkisar antara 0,25 m/tahun dan 8,00 m/tahun sehingga hasil sumur bor PAM berkurang dari 0.10 juta m³/tahun dalam tahun 1970 menjadi 0,03 m³/tahun dalam tahun 1995. Penduduk yang mengandalkan sumur sebagai sumber airnya pun dalam musim kemarau mengalami kesulitan air. Ironinya, penduduk yang termasuk lapisan masyarakat tak berada ini harus membeli air bersih dengan harga mahal, sementara pabrik dan hotel yang menyedot air yang berlebihan daan kelompok penduduk lapisan menegah dan atas yang mendapatkan pelayanan PAM dapat menikmatik air bersih dengan biaya murah. Terjadi pula konplik perebutan air antara rakyat dengan PAM. Rakyar menuduh bahwa PAM telah menyedot air mereka sehingga mereka kekurangan air, misalnya di Sukabumi.

Di daerah pantaideplesi air tanah menyebabakan air laut merembes ke dalam akifer. Di Grogol, Jakarta, air tanah pada kedalaman 150 m daya hantar listriknya naik dari 15.300 μmhos/cm dalam tahun 1991 menjadi 20.500 μmhos/cm dalam tahun 1994. Dampak lainnya ialah dapat terjadinya keamblasan tanah. Di Jakarta laju keamblesan bervariasi antara 2,3 sampai 34,0 cm/tahun dengan laju terkecil di jalan Thamrin dan terbesar di Penjaringan. Keamblesan tanah mempertinggi kerentanan terhadap banjir dan dapat membahayakan keamanan bangunan.

Sebuah aspek penting hubungan hutan dengan air yang belum mendapat perhatian kita ialah hubungannya dengan perubahan pola curah hujan. Proses evapotranspirasi meningkatkan kadar uap air daam udara yang menjadi sumber hujan. Terjadilah daur hujan → penyerapan air oleh hutan →evapotranspirasi → hutan. Penelitian di AS Sungai Amazon, Brazil, dengan menggunakan perunut air berat (heavy water) menunjukan air hujan yang turun di dareah hulu Sungai Amazon berasal dari Laut Atlantik. Mekanismenya melalui daur seperti tersebut di atas. Daur ini terbawa oleh angin dan bergerak dari daerah pantai Laut Atlantik ke pedalaman sehingga hujan di daerah pedalaman DAS hulu Sungai Amazon berasal dari Laut Atlantik. Karena dur yang bergerak ini DAS Hulu Amazon ke asalnya melalui aliran sungai Amazon. Dengan demikian hutan mempunyai fungsi ekologi yang sangat penting untuk “mengangkut” air Laut Atlantik ke pedalaman. Para pakar berspekulasi, apabila terjadi penggundulan hutan yang luas, teransfer Laut Atlantik ke DAS hulu Sungai Amazon akan terputus dan akan akan terjdi resiko berubahnya daerah pedalaman yang basah menjadi daerah yang ringkai. Jika teori ni benar, kita menghadapi resiko bahwa penggundulan hutan yang luas di Kalimantan akan menurunkan curah hujan di pedalaman Kalimantan.


E. Kualitas Air

Pada hakikatnya antara aktivitas manusia dan timbulnya pencemaran terdapat hubungan melingkar berbentuk siklus. Agar dapat hidup dengan baik manusia beradaptasi dengan lingkungannya dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia mengembangkan teknologi. Akibat sampingan dari pengembangan teknologi adalah bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan ini merupakan stimulus agar manusia menyesuaikan diri terhadap lingkungan

Air yang kita gunakan harus memenuhi kualitas sesuai dengan peruntukannya. Masing-masing peruntukan mempunyai baku mutunya. Baku mutu untuk air minum lebih ketat dari pada baku mutu untuk peruntukan yang lain, misalnya untuk industri.
Berdasarkan peruntukannya, air (tidak termasuk air laut) di bagi empat golongan, yaitu:
  • Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa ada pengolahan terlebih dahulu.
  • Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk air minum.
  • Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan pertenakan.
  • Golongan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha perkotaan, industri, dan pembangkit tenaga listrik.
Pencemaran terjadi bila dalam lingkungan terdapat bahan yang menyebabkan timbulnya perubahan yang tidak menyebabkan timbulnya perubahan yang tidak diharapkan, baik yang bersifat fisik, kimiawi maupun biologis sehingga mengganggu kesehatan eksistensi manusia, dan aktivitas manusia serta organisme lainnya. Bahan penyebab pencemaran tersebut disebut bahan pencemar atau polutan. Polusi disebabkan terjadinya faktor-faktor tertentu yang sangat menentukan ialah :
  • Jumlah penduduk;
  • Jumlah sumberdaya alam yang digunakan oleh setiap individu;
  • Jumlah polutan yang dikeluarkan oleh setiap jenis sumberdaya alam;
  • Teknologi yang digunakan
Pencemaran air yang sangat umum ialah oleh partikel tanah yang berasal dari erosi. Pencemaran air oleh partikel tanah nampak secara visual dari air yang berwarna coklat. Pencemaran ini mengganggu peruntukan air untuk rumah tangga. Karena kadarnya yang tinggi, biaya pengolahan air oleh PAM mningkat dan tidak jarang air PAM pun berwarna coklat.

Pencemaran air oleh lumpur menurunkan laju fotosintesis fitoplankton sehingga produktivitas primernya menurun. Karena pitopankton merupakan permulaan rantai makanan, mata rantai dalam seluruh rantai makanan perairan terpengaruh oleh penurunan produktivitas primer tersebut. Akibatnya, produktivitas ikan pun menurun. Penurunan ini juga disebabkan oleh ganggua fisiologis ikan oleh lumpur

Pencemaran air lain yang sangat umum ialah dar limbah domestik. Walaupun menurut data statistik 72% jumah rumah tangga menggunakan jamban, namun karena konstruksinya yang tidak memenuhi syarat jamban itu masih mencemari perairan dengan tinja. Sisanya, yaitu 28% jumlah rumah tangga, tidak menggunakan jamban. Di Jawa Barat sangat umum orang menggunakan kolam ikan sebagai jamban. Akibatnya kadar koliform fekal di kolam tinggidan kolam merupakan sumber penyakit muntah berak yang penting, terutama bagi balita. Karena penduduknya yang padat, di Jawa banyak sungai yang tercemar sangat berat oleh koliform fekal, antara lain, Ciliwung, Citarum, Cimanuk dan sungai-sungai di Surabaya. Di luar Jawa sungai yang mengalir melalui kota besar juga tercemar berat, misalnya di Medan. Efek lain limbah domestik ialah  terjadinya penyuburan air atau eutrophication seperti yang telah diuraikan di atas.

Dengan berkembangnya industri konstribusi industri pada pencemaran meningkat  pula. Di Jawa sumbangan industry pada pencemaran air sungai berkisar antara 25-30% beban total pencemaran. Di Citarum 39-42% jumlah data amoniak bebas (NHз), 2-8% jumalah data kromium (Cr), 13-19% jumlah data cadmium (Cd), 42-46% jumlah data tembaga (Cu), dan 7-10% jumalh data timbale (Pb) melampaui baku mutu air untuk peruntukan B,C, dan D. di luar Jawa industrialisasi juga telah menyebabkan pencemaran, mislanya di Medan dan Makasar.

Kualitas air juga dipengaruhi oleh derajat keasamannya yang dinyatakan dalam satuan pH. Makin rendah nilai pH, makin tinggi derajat keasamannya. pH 7 menunjukan nilai netral dan di ats 7 air bersifat basa. Air hujan mempunyai pH sedikit di bawah 7 karena adanya CO₂ yang terlarut di dalamnya. CO₂ yang telarut itu membentuk asam lemah. Dengan makin banyaknyapembakaran bahan bakar untuk industry dan transport, emisi oksida belerang dan nitrogen ke udara makin meningkat. Kedua oksida itu di dalam udara mengalami oksidasi menjadi berturut-turut asan sulfat dan asam nitrat yang merupakan asam kuat. Asam di dalam udara itu terbawa oleh air hujan yang jatuh ke bumi sehingga pH air hujan turun. Terjadilah apa yang disebut hujan asam (acid rain) yang menurut definisi ialah air hujan dengan pH kurang dari 5,6. Pemantauan air hujan di kota-kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Medan, Bengkulu, Makasar, Banjarbaru, Pontianak dan Jayapura menunjukan telah terjadinya hujan asam. Di kota-kota itu rata-rata pH menunjukan kecenderungan untuk menurun. Dalam tahun 1998 rata-rata ph di bawah 5 tercatat di Jakarta (pH = 4,42), Bandung (pH = 4,55), Surabaya (pH = 4,44), Medan (pH = 4,42), Pontianak (pH = 4,86), dan Jayapura (pH = 4,54). Nampaklah, nilsi rata-rata terendah terdapat di Jakarta, tempat terjadinya BBM terbesar.

Menurunnya pH hujan dapat juga terjadi di luar kota karena tersebarnya pencemaran udara oleh angin.di Indonesia belum ada data tentang pH air hujan di luar kota. Jika hujan asam makin luas, pH sungai, danau, dan tanah dapat turun, khususnya di daerah yang mempunyai kapasitas buffer yang rendah. Asidifikasi perairan, yaitu turunnya pH, mengakibatkan kerusakan biologis. Perairan tak dapat lagi mendukung kehidupan organisme yang peka pH rendah. Di Amerika Utara dan Skandinavia ribuan danau “mati” karena asidifikasi. Untuk merehabilitasinya dilakukan pengapuran pengairan itu dengan biaya yang tinggi.

Di Eropa dna Amerika Utara hutan yang sanagt luas telah menglami kerusakan karena asam dalam udara dan hujan asam. Pada tahun1988 kerusakan di Eropa mencapai 35% dari luas hutan. Hutan yang rusak ini sebagian mati. Kematian hutan oleh huajn asam disebut waldsterben (kematian hutan).
Deposisi asam dengan tak langsung dapat mempengruhi kesehatan manusia, yaitu meningkatnya laju pencucian logam berat dari sedimen dan melarutkan timbal (Pb) dari pipa air yang kemudian masuk kedalam air minum. Dalam air dengan pH rendah merkuri (Hg) dalam bentuk dimelitmerkuri diubah oleh jasad renik menjadi monometilmerkuri yang bersifat sangat beracun. Monometilmerkuri larut dalam air dan mudah diserap oleh plankton. Plankton dimakan oleh ikan dan kadar merkuri dalam ikan naik. Proses ini disebut bioakumulasi. Ornag yang sering makan ikan yang terkontaminasi dengan merkuri yang beracun ini menghadapi resiko mengalami keracunan pula.

Dalam angka-angka pencemaran yang tinggi itu nampaklah adanya resiko yang tinggi terjadinya dampak pada kesehatan melalui proses bioakumulasi. Dua kasus yang sangat menghebohkan dunia yang berkaitan dengan bioakumulasi ialah keracunan merkuri (Hg) dan Kadmium (Cd) di jepang pada tahun 1940-50an. Keracunan merkuri terjadi di Teluk Mianamata. Merkuri ini berasal dari lembah pabrik. Walaupun kadar merkuri dalam limbah rendah, namun merkuri ini mengalami bioakumulasi dan para nelayan yang sehari-harinya makan ikan mengalami keracunan yang  parah yang merusak system sarafnya. Penyakit ini dikenal dengan nama penyakit minamata.

Keracunan kadmium di Jepang terjadi melalui beras yang berasal dari sawah yang diairi oleh air dari sebuah sungai yang menerima limbah dari sebuah tambang seng. Limbah itu mengandung kadmium yang diakumulasikan oleh tanaman padi dalam beras. Penduduk yang setiap hari memakan beras dari sawah itu mengakumulasi kadmium smapai tingkat yang beracun.

Di Indonesia merkuri itu juga banyak digunakan dalam pertambangan emas tanpa izin oleh penduduk, mislanya di Jawa Barat, Kalimantan, dan Papua. Merkuri digunakan untuk mengikat emas dlam bentuk amalgam. Untuk mendapatjkan emasnya merkuri dalam amalgam diuapkan dengan dipanaskan. Penggunaan itu tidak teawasi. Menurut laporan, sungai di Jakarta tel tercemar oleh merkuri

 Dalam keadaan tidak ada pencemaran pun orang mendapatkan merkuri ke dalam tubuhnya dar makanan. Jumlah rata-rata yang didapatkan orang dari makanan ialah 0,07 mg/minggu. Menurut WHO batas yang aman adalah 0,3 mg/minggu yang tidak boleh mengandung lebih dari 0,2 mg metilmerkuri/minggu. Jadi berdasarkan ketentuan WHO konsumsi “normal” adalah aman. Tetapi orang yang banyak mengkonsumsi dari daerah yamng mendapatkan air dari daerah pertambangan emas liar menghadpi resiko tinggi keracunan merkuri. Bapedalda Kalimantan Timur mengkhawtirkan sekitar 50.000 jiwa di pedalaman Kalimantan Timur terancam keracunan merkuri dan menurut Dinas Pertambangan Umum Sulawesi Utara Sungai Dimembe di Minahasa, menagndung merkuri 0,007 ppm, tujuh kali di atas ambang batas.

Timbal merupakan racun yang bersifat kumulatif. Sekitar 90% dari timbale yang terkumpul dalam tubuh masuk ke dalam tulang.dari tulang timbale dapat diremobilisasi lagi dan masuk ke dalam peredaran darah. Ini terjadi, misalnya, pada wanita hamil. Antar jemput anak ke sekolah mempertinggi resiko itu karena tingkat pencemaran dalam mobil lebih tinggi daripada di udara ambient.

Merkuri mempunyai dampak yang berat terhadap kesehatan. Para penambang emas liar menghadapi keracunan oleh uap merkuri dan merkuri anorganik. Uap merkuri merusak system saraf dan ginjal. Merkuri anorgainik sangat beracun dan sebuah dosis akut dapat menyebabkan kematian. Efek metalmerkuri ialah pada system saraf, pada orang dewasa efek itu terjadi pada daerah tertentu dalam otak, terutama neuron dan sel granul dalam cerebellum.Efek yang sangat serius ialah pada fase pertumbuhan prenatal dan efek itu tidak reversibel. Salah satu efeknya berupa cerebral palsy pada bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu yang keracunan merkuri, meskipun gejala keracunan itu tidak tampak pada ibu tesebut. Merkuri menurunkan kecerdasan (IQ). Efek ini terutama serius pada anak yang sedang berkembang. Merkuri juga mempengaruhi sintesis darah merah.

Apabila kita melihat masalah tersebut kita merasa ngeri mendengarnya, oleh karena itu kita harus menjaga dan melestarikan sumberdaya air ini,Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan kualitas air, diantaranya :
  • Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
  • Tidak membuang sampah ke sungai.
  • Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
  • Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
  • Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
Tapi  bagaimana caranya untuk memurinkan air yang sudah tercemar?
Dilansir dari Webhealthcentre, mengungkapkan bahwa pemurnian air yang banyak dilakukan ada tiga tahap, yaitu penyimpanan, filtrasi dan klorinasi. Tapi sepertinya tiga tahap ini belum cukup untuk benar-benar memurnikan air yang tercemar. Berikut beberapaa cara lain untuk mengurangi bahaya pencemaran air baik secara biologis maupun kimiawi:
  • Penyaringan dan perebusan meski tampak bersih, air yang akan diminum harus disaring dan direbus hingga mendidih setidaknya selama 5-10 menit. Hal ini dapat membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air. Proses ini juga menghilangkan karbon dioksida dan pengendapan kalsium karbonat.
  • Disinfeksi kimia hal ini berguna untuk memurnikan air yang disimpan pada tempat seperti di genangan air, tangki atau air sumur.
  • Bubuk pemutih proses ini merupakan diklorinasi kapur. 2,3 gram bubuk pemutih diperlukan untuk mendisinfeksi 1 meter kubik (1.000 liter) air. Tapi air yang sangat tercemar dan keruh tidak bisa dimurnikan dengan metode ini. Bubuk pemutih merupakan senyawa tidak stabil dengan bau yang menyengat. Ketika senyawa ini terkena udara, cahaya atau kelembaban, maka senyawa ini akan cepat kehilangan kadar klorin, sehingga menjadi tidak efektif.
  • Tablet klorin dipasaran, tablet klorin dijual dengan nama tablet halazone. Senyawa ini mungkin cukup mahal tetapi efektif untuk memurnikan air dengan skala kecil. Tablet klorin 'smarter' telah diperkenalkan baru-baru ini. Tablet klorin ini 15-20 kali lebih kuat dari tablet halogen. Satu pil 0.5 gms, cukup untuk mendisinfeksi 20 liter air.
  • Filter
    Ada beberapa jenis filter, antara lain filter keramik 'lilin' dan UV filter. Bagian utama dari sebuah filter keramik 'lilin' ini adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusorial. Permukaannya dilapisi dengan katalis perak sehingga bakteri yang masuk ke dalam akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam minum air, tetapi tidak efektif dengan virus yang bisa lolos saringan. Alat UV filter umumnya terdiri dari prefilter, yaitu filter kotoran fisik. Kartrid karbon menghilangkan air dari kotoran organik yang berwarna, bau, bebas klorin dan lainnya. Sedangkan berkas sinar UV berfungsi untuk menghilangkan bakteri dan virus.

BAB III
KESIMPULAN

Air merupakan salah satu sumber alam yang mulai terasa pengaruhnya pada usaha memperluas kegiatan pertanian dan industri di berbagai tempat di dunia, secara alamiah sumber-sumber air merupakan kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan yang mempunyai daya generasi yaitu selalu dalam sirkulasi. Air sebagai sumberdaya kini lebih disadari merupakan salah satu unsur penentu di dalam ikut mencapai keberhasilan pembangunan, termasuk pula terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan lingkungan.

Berbicara tentang kuantitas  air memiliki kaitannya dengan hutan, karena hutan sebagai cadangan air, namun dewasa ini pembalakan liar, penggundulan hutan, bembakaran hutan, dan lain sebagainya sudah kerap kali terjadi terutama di Indonesia. Indonesia walaupun berada di garis khatulistiwa yang notabene memiliki iklim tropis basah yang mendapat cahaya matahari setiap hari sering kali mengalami kekeringan akibat musim kemarau walaupun kemarau pendek. Ini menandakan bahwa ketersediaan air baik di dalam maupun di permukaan tanah kurang, yang berakar dari kerusakan hutan. Siapa yang salah?

Pada masa sekarang ini nampaknya sulit untuk memperoleh air yang betul-betul murni, aliran air dari gunung yang diperkirakan paling bersih pun akan membawa mineral-mineral, gas-gas berlarut dan zat-zat organik dari tumbuhan atau binatang yang hidup di dalam atau dekat aliran tersebut, selain itu aktivitas manusia merupakan salah satu hal yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah pencemaran air di dalam ekosistem air.

Pencemaran air pada umumnya terjadi oleh tingkah laku manusia juga seperti oleh zat-zat deterjen, asam belerang, dan zat-zat kimia sebagai sisa pembuangan pabrik-pabrik kimia atau industri. Pembuangan bahan kimia limbah maupun pencemar lain ke dalam air akan mempengaruhi kehidupan dalam air tersebut, suatu pencemar dalam suatu ekosistem mungkin cukup banyak sehingga akan meracuni semua organisme yang terdapat di sana, biasanya suatu pencemaran cukup banyak untuk membunuh spesies tertentu, tetapi tidak membahayakan spesies lainnya, sebaliknya ada kemungkinan bahwa suatu pencemar justru dapat mendukung perkembangan spesies tertentu. Jadi, bila air tercemar ada kemungkinan pergeseran-pergeseran dari jumlah spesies yang banyak dengan ukuran yang sedang populasinya, kepada jumlah spesies yang sedikit tetapi berpopulasi yang tinggi. Penetapan standar air yang bersih tidak mudah, namun ada kesepakatan bahwa air yang bersih tidak ditetapkan pada kemurnian air akan tetapi didasarkan pada keadaan normalnya, sebab air yang ada di bumi ini tidak pernah terdapat dalam keadaaan murni bersih, tetapi selalu ada senyawa atau mineral atau unsur lain yang terlarut di dalamnya.

Air merupakan sumber yang pertama dan utama bagi kita, tanpa air kita tidak akan bisa hidup, oleh karena itu mari kita jaga eksistensi, kemurnian, dan keaslian air ini, mulai dari hari ini, dari hal terkecil dan mulai dari diri sendiri

DAFTAR PUSTAKA

  • Anjayani, Erni., dan Tri Haryono. (2009). Geografi.Jakarta : PT Cempaka Putih.
  • Danang, Endarto., Sarwono., dan Singgih Prihadi. (2009). Geografi 1. Jakarta : Grahadi.
  • Soemarwoto, Otto. (2001). Atur-Diri-Sendiri Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.



Sekian Terima Kasih :)

Makalah Teknologi Farmasi (TekFar)

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dewasa ini berbagai penyakit semakin berkembang. Pada zaman dulu, penyakit yang tersebar mungkin hanya beberapa macam saja dan tidak terlalu parah dan tidak teralu penting untuk ditindaklanjuti. Para nenek moyang kita pun mungkin hanya menggunakan ramuan tradisional dari dedaunan untuk mengobati sakitnya. Namun, jika dibandingkan dengan zaman sekarang, tentu sangat jauh berbeda. Penyakit pada zaman sekarang sangat bermacam-macam dan harus ditindaklanjuti. Karena kalau tidak, maka akan menjadi lebih parah lagi. Dan tentunya untuk memprediksi maupun mengobati penyakit-penyakit tersebut, diperlukan alat-alat kedokteran yang semakain canggih dan obat-obatan yang semakin manjur.

Dalam hal ini teknologi farmasi pun sangat berperan dalam menghasilkan obat-obatan yang sesuai dengan penyakit tersebut. Selain kemajuan di bidang teknologi, para penemu atau ilmuan-ilmuan dalam bidang kedokteran dan farmasi pun sangat berperan dalam membantu menyembuhkan berbagai penyakit yang telah menyebar. Selain itu, juga terdapat berbagai kendala dalam perkembangan teknologi kedokteran dan farmasi, terutama di Indonesia.
Dari berbagai pembahasan diatas yang melatarbelakangi kami untuk membuat makalah ini. Yakni untuk mengetahui sejarah, perkembangan, ilmuan, dan kendala-kendala dalam perkembangan teknologi farmasi.

B. RUMUSAN MASALAH

Berbagai masalah yang kami rumuskan dalam makalah ini adalah sebagai berikut.

  • Bagaimanakah sejarah perkembangan teknologi farmasi?
  • Siapakah ilmuan-ilmuan yang berjasa dalam perkembangan teknologi farmasi?
  • Apa yang dimaksud dengan informatika farmasi?
  • Bagaimana fungsi dan manfaat informatika farmasi?
  • Apa saja contoh teknologi atau penemuan terbaru dalam bidang farmasi?
  • Apa saja kendala-kendala yang yang menghambat perkembangan teknologi kedokteran dan farmasi, terutama di Indonesia?


C. TUJUAN MAKALAH


  • Untuk mengetahui sejarah perkembangan teknologi farmasi
  • Untuk mengetahui ilmuan-ilmuan yang berjasa dalam perkembangan teknologi farmasi
  • Untuk mengetahui contoh teknologi atau penemuan terbaru dalam bidang farmasi
  • Untuk mengetahui apa itu informatika dalam bidang farmasi
  • Untuk mengetahui fungsi dan manfaat informatika dalam farmasi
  • Untuk mengetahui kendala-kendala yang yang menghambat perkembangan teknologi farmasi, terutama di Indonesia.


D.    MANFAAT MAKALAH

Manfaat pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut.

  • Bagi Mahasiswa Penyusun
    Menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa penyusun makalah dalam melakukan studi pustaka tentang teknologi farmasi.
  • Bagi Pembaca
    Menambah wawasan bagi pembaca tentang sejarah, ilmuan, kemajuan, dan kendala-kendala dalam bidang farmasi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Perkembangan Teknologi Farmasi

Pada awalnya, sebagian besar kebudayaan dalam masyarakat awal menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal dan hewan untuk tindakan pengobatan. Ini sesuai dengan kepercayaan magis mereka yakni animisme, sihir, dan dewa-dewi. Masyarakat animisme percaya bahwa benda mati pun memiliki roh atau mempunyai hubungan dengan roh leluhur.

Ilmu kedokteran berangsur-angsur berkembang di berbagai tempat terpisah yakni Mesir kuno, Tiongkok kuno, India kuno, Yunani kuno, Persia, dan lainnya. Sekitar tahun 1400-an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu kedokteran terhadap sains. Hal ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak sesuai dengan fakta yang ada–terhadap berbagai hal yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu (bandingkan dengan penolakan Copernicus pada teori astronomi Ptolomeus. Beberapa tokoh baru seperti Vesalius (seorang ahli anatomi) membuka jalan penolakan terhadap teori-teori besar kedokteran kuno seperti teori Galen, Hippokrates, dan Avicenna. Diperkirakan hal ini terjadi akibat semakin lemahnya kekuatan gereja dalam masyarakat pada masa itu.

Ilmu kedokteran yang seperti dipraktekkan pada masa kini berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf Virchow) dan Perancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Ilmu kedokteran modern, kedokteran "ilmiah" (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) menggantikan tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani dan semua teori pra-modern. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an (oleh William Osler, Harvey Cushing).

Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) adalah tindakan yang kini dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif dan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.

Kini, ilmu genetika telah mempengaruhi ilmu kedokteran. Hal ini dimulai dengan ditemukannya gen penyebab berbagai penyakit akibat kelainan genetik, dan perkembangan teknik biologi molekuler. Ilmu herbalisme berkembang menjadi farmakologi. Masa modern benar-benar dimulai dengan penemuan Heinrich Hermann Robert Koch bahwa penyakit disebarkan melalui bakteria (sekitar tahun 1880), yang kemudian disusul penemuan antibiotik (sekitar tahun 1900-an). Antibiotik yang pertama kali ditemukan adalah obat Sulfa, yang diturunkan dari anilina. Penanganan terhadap penyakit infeksi berhasil menurunkan tingkat infeksi pada masyarakat Barat. Oleh karena itu dimulailah industri obat.
Sedangkan istilah farmasi (arab) ataupun lebih khusus lagi dikenali sebagai saydanah merupakan satu bentuk profesi yang mulanya agak asing dari dunia kedokteran. Pada abad ke-9, dunia Arab dan Islam telah berhasil membangun jembatan ilmu yang menghubungkan antara sumbangan Yunani dengan dunia farmasi moderen sekarang ini. Malah tahap ilmu yang diperoleh daripada Yunani khususnya terus ditingkatkan dan usaha ini diteruskan hingga ke abad ke-13 melalui berbagai karya, terjemahan ataupun peningkatan ilmu pada zaman-zaman berikutnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, farmasi dipraktekkan secara terpisah dari profesi medis yang lain. Puncak sumbangan dunia Arab-Islam dalam farmasi dicapai dengan siapnya satu panduan praktikum farmasi pada tahun 1260. 
Sayangnya, kurang daripada satu abad selepas al-Attar, praktek farmasi mulai beku dan kaku, dan terus merosot dengan jatuhnya peradaban Arab pada abad ke 19. Sejak dari itu, farmasi mula berkembang dengan pesatnya di Eropah khususnya dan Barat umumnya.

B.  Beberapa Ilmuan yang Berjasa dalam Bidang Farmasi

  1. Ibnu Al-Baitar
    Lewat risalahnya yang berjudul Al-Jami fi Al-Tibb (Kumpulan Makanan dan Obat-obatan yang Sederhana), Ibnu Al-Baitar turut memberi kontribusi dalam farmakologi dan farmasi. Dalam kitabnya itu, Al-Baitar mengupas beragam tumbuhan berkhasiat obat yang berhasil dikumpulkannya di sepanjang pantai Mediterania antara Spanyol dan Suriah. Tak kurang dari seribu tanaman obat dipaparkannya dalam kitab itu. Seribu lebih tanaman obat yang ditemukannya pada abad ke-13 M itu berbeda dengan tanaman yang telah ditemukan ratusan ilmuwan sebelumnya. Tak heran bila kemudian Al-Jami fi Al-Tibb menjadi teks berbahasa Arab terbaik yang berkaitan dengan botani pengobatan. Capaian yang berhasil ditorehkan Al-Baitar sungguh mampu melampaui prestasi Dioscorides. Kitabnya masih tetap digunakan sampai masa Renaisans di Eropa.
  2. Ibnu Sina
    Dalam kitabnya yang fenomenal, Canon of Medicine, Ibnu Sina juga mengupas tentang farmakologi dan farmasi. Ia menjelaskan lebih kurang dari 700 cara pembuatan obat dengan kegunaannya. Ibnu Sina menguraikan tentang obat-obatan yang sederhana.
  3. Al-Zahrawi
    Bapak ilmu bedah modern ini juga ikut andil dalam membesarkan farmakologi serta farmasi. Dia adalah perintis pembuatan obat dengan cara sublimasi dan distilasi.

C. Contoh Teknologi Terbaru dalam Bidang Kedokteran dan Farmasi

  1. BIODISC
    Merupakan penemuan teknologi kesehatan baru dari jerman, dengan menggunakan teknologi resonansi nano (bagian terkecil dari atom), dengansertifikasi prognos, jerman. Biodisc ditemukan oleh dr.Ian Lyons, dengan penelitian yang dilakukan selama 25 tahun sebelum memproduksi biodisc, dr. Ian sudah mencobakan alat ini ke anaknya yang terkena leukimia (kanker darah) dan kondisinya sembuh dengan treatment          dalam waktu 13 bulan. Biodisc dapat mengeluarkan energi-energi negatif pada tubuh, dengan menggunakan air putih biasa yang sudah di treatment oleh biodisc sebagai media untuk menyehatkan yang sudah kita biasa minum sehari-hari. Hidup kita bisa lebih sehat dan mengeluarkan racun/penyakit negatif yang ada pada tubuh dengan hanya meminum air yang sudah di treatment oleh biodisc kamun air berenergi yang membentuk struktur kristal yang bagus adalah salahsatu therapy kesehatan yang    paling baik. Sudah banyak sekali kesaksian-kesaksian dari pengguna biodsic dan air treatmentnya (beberapa kesaksian bahkan menyebutkan air yang sudah di treatment oleh biodisc efeknya lebih bagus daripada air hexagonal yang marak ada di pasaran).
  2. QiBioDis(MovingTowardsVitality)Mineral-mineral alami yang telah direkayasa teknis telah diikat terstruktur dalam gelas, pada tingkat molekular, dengan menggunakan beberapa metode fusi panas tinggi. Kombinasi dari teknik-teknik ini menyebabkan sebuah konversi energi katalis yang menimbulkan resonansi Nano spesifik yang tahan lama dalam Qi Bio Disc. Menyalurkan "Frekuensi Energisasi Nano" ke dalam atau melalui cairan mempengaruhi nano-nano di dalam cairan. Saat nano-nano mineral berinteraksi dengan frequensi tertentu, mereka bertindak sangat berbeda dengan atom aslinya. Energi yang dihasilkan dapat memperbaharui struktur molekul yang terdapat dlm semua cairan. Sebagai contoh: mereka menjadi lebih mudah mendidih, lebih ringan dan membiaskan lebih banyak cahaya. Resonansi asli ini memiliki kemampuan memciptakan struktur molekul dalam semua cairan atau sayur mayur dan juga produk olahan buatan pabrik.

D. Informatika Farmasi

Informatika farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan, penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.

Informatika farmasi berfokus pada penerapan teknologi untuk apoteker dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, meningkatkan keselamatan pasien dengan praktik terbaik dan sistem yang handal. Setelah adanya pengakuan tentang peran apoteker yang meningkat pesat dalam penggunaan informasi kesehatan dan sistem manajemen.

Farmasi informatika (PI), juga disebut sebagai pharmacoinformatics, adalah aplikasi komputer untuk pengambilan, penyimpanan dan analisis informasi obat. Informatika farmasi bekerja dengan sistem informasi manajemen farmasi yang membantu apoteker membuat keputusan yang sangat baik tentang terapi obat pasien sehubungan dengan catatan asuransi kesehatan, interaksi obat, serta informasi resep dan pasien. Tugas Informatika Farmasi adalah untuk fokus pada penerapan teknologi untuk apoteker. Teknologi ini akan membantu dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, dan meningkatkan keselamatan pasien.

Informatika Farmasi dapat dianggap sebagai sub-domain dari disiplin profesional yang lebih besar dari informatika kesehatan. Beberapa definisi informatika farmasi mencerminkan hubungan ini untuk informatika kesehatan. Sebagai contoh, Informasi Kesehatan Manajemen Sistem Masyarakat (HIMSS) mendefinisikan informatika farmasi sebagai, "bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data dan pengetahuan dalam sistem kesehatan, termasuk akuisisi, penyimpanan, analisis, penggunaan dan pengembangan obat serta pengiriman obat yang optimal terkait perawatan pasien dan hasil kesehatan”.

E. Fungsi dan Manfaat informatika farmasi

Fungsi informatika farmasi yaitu dapat membantu praktisi farmasi dalam beberapa cara. Baik desain sistem dan manajemen database dapat merampingkan proses sehingga personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia secara tepat waktu. 
Informatika farmasi mempelajari tentang :
  1. Interaksi antara manusia, proses kerja dan
  2. Rekayasa sistem dalam perawatan kesehatan dengan fokus pada perawatan farmasi dan
  3. Keamanan membaik pasien.
Ada sejumlah manfaat untuk menggunakan informatika farmasi untuk meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien. Selain mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat mungkin atau alergi sebelum resep diisi, farmasi informatika memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang lain dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu, yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke kantor dokter untuk menerima diagnosa yang tepat dan pengobatan. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik, dapat sangat mengurangi biaya sakit bagi pasien.

F. Kendala-Kendala dalam Pengembangan Teknologi Farmasi di Indonesia

Diantara kendala-kendala dalam pengembangan teknologi farmasi di Indonesia adalah sebagai berikut.
  • Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kefarmasian di Indonesia masih dapat dikatakan lamban
  • Dana untuk penelitian alat dan obat baru dan paten memakan biaya yang sangat banyak
  • Kontribusi kalangan industri farmasi dalam penelitian dan pengembangan iptek di Indonesia masih kecil
  • Bidang industri farmasi kurang begitu dilibatkan dalam pengembangan iptek di bidang kedokteran.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Informatika farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan, penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.

Manfaat mempelajari informatika farmasi yaitu :
  1. meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien
  2. memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang obat-obatan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri.
  3. Apoteker dapat membantu masyarakat/pasien dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik sehingga dapat mengurangi biaya sakit bagi pasien.
Ilmuan-ilmuan yang berjasa dalam bidang kedokteran dan farmasi antara lain adalah Ibnu Al-Baitar, Ibnu Sina, dan Al Zahrawi. Contoh penemuan teknologi farmasi terbaru adalah teknologi Biodisc dan Qi Bio Disc. Sedangkan diantara kendala-kendala dalam pengembangan teknologi kedokteran dan farmasi di Indonesia adalah sebagai berikut.
  1. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran dan kefarmasian di Indonesia masih dapat dikatakan lamban
  2. Dana untuk penelitian alat dan obat baru dan paten memakan biaya yang sangat banyak
  3. Kontribusi kalangan industri farmasi dalam penelitian dan pengembangan iptek di Indonesia masih kecil
  4. Bidang industri farmasi kurang begitu dilibatkan dalam pengembangan iptek di bidang kedokteran.

DAFTAR PUSTAKA
  • Ahmadi, Abu & Supratmo, A. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta:Rineka Cipta.
  • http://faristin-ichsan.blogspot.com/2012/06/teknologi-kedokteran-dan-farmasi.html
  • http://sanny-sahibu.blogspot.com/2012/05/makalah-informatika-farmasi.html

Makalah Bengkoang (Pachyrhizus erosus)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia sebagai zamrud khatulistiwa memiliki beragam jenis tumbuhan. Nenek moyang bangsa kita telah pandai memanfaatkan potensi alam ini sejak ratusan tahun yang lalu. Mereka meracik berbagai jenis tumbuhan, akar-akaran dan bahan alamiah lain untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, menjaga kesehatan tubuh serta mempercantik diri. Kemampuan ini diwariskan secara turun temurun hingga masa kini. 

Akan tetapi pada awal abad ke-20, berkembang pesat obat-obatan kimia yang mengakibatkan obat tradisional dengan bahan alam ditinggalkan. Penggunaan obat-obatan kimia (modern) dilakukan dengan alasan lebih praktis daripada menggunakan obat tradisional. Namun, dalam beberapa dekade ini baru disadari bahwa obat kimia (modern) memiliki efek samping yang merugikan apabila dikonsumsi secara paripurna, sedangkan obat tradisional berbahan alam relatif lebih aman dikonsumsi. Penelitian dan pengembangan obat-obatan tradisional berbahan alam dilakukan secara cermat dan teliti sehingga masyarakat tidak ragu untuk menerima kembali obat tradisional sebagai destinasi pengobatan mereka.

Filsuf Yunani kuno yang bernama Hippocrates pernah menyatakan let food be your medicine (gunakanlah makanan sebagai obatmu). Salah satu bahan pangan yang dapat digunakan sebagai obat adalah bengkuang.

Banyaknya khasiat dalam bengkuang menunjukkan bahwa bengkuang tidak hanya enak dinikmati sebagai bahan pangan, tetapi juga bermanfaat sebagai obat. Komposisi kimia yang sedemikian rupa memungkinkan bengkuang untuk digunakan sebagai obat.


1.2 Rumusan Masalah

  • Apa klasifikasi ilmiah tumbuhan bengkuang ?
  • Apa morfologi tumbuhan bengkuang ?
  • Apa sifat kimiawi dan efek farmakologis bengkuang?
  • Apa manfaat bengkuang bagi kesehatan?
  • Bagaimana cara penggunaan bengkuang untuk menyembuhkan penyakit ?
  • Bagaimana proses budidaya bengkuang di Indonesia ?

1.3 Tujuan

  • Ingin mengetahui dan memahami  klasifikasi ilmiah bengkuang.
  • Ingin mengetahui dan memahami morfologi bengkuang.
  • Ingin mengetahui dan memahami sifat kimiawi dan efek farmakologis bengkuang.
  • Ingin mengetahui dan memahami manfaat bengkuang.
  • Ingin mengetahui dan memahami cara penggunaan bengkuang untuk menyembuhkan penyakit.
  • Ingin mengetahui dan memahami proses budidaya bengkuang di Indonesia.

1.4 Manfaat

  • Mahasiswa bisa mengetahui klasifikasi dan morfologi bengkuang.
  • Mahasiswa bisa mengetahui sifat kimiawi dan efek farmakologis bengkuang sehingga dapat mengetahui manfaat dan cara penggunaan bengkuang bagi kesehatan tubuh.
  • Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai keanekaragaman hayati.
  • Memenuhi learning objective yang telah diberikan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Ilmiah Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Berdasarkan ilmu taksonomi tanaman, bengkuang (Pachyrrhizus erosus) dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Pachyrrhizus
Spesies : Pachyrrhizus erosus (L.) Urban


2.2 Morfologi Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Herba membelit, panjang 2-5 m. Akar utama bentuk umbi,diameter 5-15 cm. Batang dengan rambut panjang yang mengarah ke bawah: poros daun dengan tangkai 8,5-16 cm. Anak daun runcing, sepanjang tepi atas bergigi kasar bertekuk, kedua sisi berambut; anak daun ujung bentukbelah ketupat, 7-21 kali  6-20 cm;anak daun sedikit lebih kecil. Tandan bunga diujung atau duduk di ketiak, sendiri atau berkumpul 2-4, panjang sampai 60 cm, berambut coklat; poros bertonjolan;tonjolan berbunga 7 buah atau kurang; panjang anak tangkai ± 0,5 cm. Tabung kelopak bentuk lonceng, tinggi ± 0,5 cm; panjang taju 0,5 cm. Mahkota gundul, ungu kebiru-biruan; bendera pada pangkalnya dengan 2 telinga yang terlipat membaik dan  dengan noda yang hijau, panjang ± 2cm;tunas tumpul. Tangkai pipih, ujung sedikit menggulung; kepala putik di bawah ujung tangkai putik, bentuk bola; tangkai putik di bawah kepala putik berjanggut. Polongan bentuk garis, pipih, dengan penyempitan melintang tercetak ke dalam di antara biji, panjang 8-13 cm, berambut. Biji 4-9. Dari Amerika; terpelihara dan liar, terutama di dataran rendah.


2.3 Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Menurut literatur, efek farmakologis umbi bengkuang adalah manis, dingin, sejuk, dan berkhasiat mendinginkan. Kandungan kimia bengkuang adalah pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C.
Umbi bengkuang mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C. Daun bengkuang mengandung saponin dan flavonoid. Sedangkan biji bengkuang mengandung saponin, flavonoid dan minyak atsiri.
 
Dalam penelitian berjudul The Exploration of Whitening and Sun Screening Compounds in Bengkoang Roots (Pachyrrhizus erosus) oleh Endang Lukitaningsih dari Universitat Wurzburg, Jerman, juga disebutkan bahwa bengkuang mengandung vitamin C, flavonoid, dan saponin yang merupakan tabir surya alami untuk mencegah kulit rusak oleh radikal bebas. Selain itu, zat fenolik dalam bengkuang cukup efektif menghambat proses pembentukan melanin, sehingga pigmentasi akibat hormon, sinar matahari, dan bekas jerawat dapat dicegah dan dikurangi.

Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkuang yang lain sangat beracun karena mengandung rotenon, sama seperti tuba. Racun ini sering dipakai untuk membunuh serangga atau menangkap ikan. Bagian biji dan daun bengkuang mengandung racun. Oleh karena itu, untuk menghindari keracunan jumlah penggunaan dari dua bagian tumbuhan tersebut perlu diperhatikan.


2.4 Kandungan Zat Gizi dan Fitonutrien Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Umbi merupakan bagian yang paling banyak dikonsumsi dari tanaman bengkuang. Bagian dalam umbi mengandung gula, pati, dan oligosakarida yang dikenal dengan nama inulin.

Uniknya, inulin tidak dapat segera diasup oleh tubuh sebagai sumber gula, tetapi perlu proses pemecahan lebih lanjut oleh enzim inulinase. Sifat inulin ini sangat berguna untuk aplikasi produk bagi penderita diabetes melitus maupun yang sedang berdiet rendah kalori.

Umbi bengkuang sering dikonsumsi karena dianggap memberi efek segar. Efek ini muncul karena kandungan air pada umbi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 86 hingga 90 persen. Kadar air yang tinggi dapat menggantikan cairan tubuh, sehingga kita merasa segar.

Selain itu, bengkuang juga mengandung mineral tinggi. Mineral yang terkandung dalam bengkuang yang paling dominan adalah fosfor, zat besi, serta kalsium. Secara lengkap, komposisi zat gizi yang terkandung dalam 100 gram bengkuang dapat dilihat pada tabel.

Komposisi zat gizi umbi bengkuang
Zat gizi
Kadar per 100 gram
Energi (kkal)
55
Protein (g)
1,4
Lemak (g)
0,2
Karbohidrat (g)
12,8
Kalsium (mg)
15
Fosfor (mg)
18
Besi (mg)
0,6
Vitamin C (mg)
20
Vitamin B1 (mg)
0,04
Vitamin A (IU)
0,
Air (g)
85,1
Sumber: Direktorat Gizi Depkes (1992)

Dari tabel tersebut tampak bahwa kandungan utama bengkuang adalah air, yaitu 85 gram per 100 gram umbi. Kadar energinya yang cukup rendah (55 kkal/100 g) memungkinkan bengkuang untuk dikonsumsi sebagai bahan pangan yang baik bagi pelaksana diet rendah kalori dan penderita diabetes melitus.

Kandungan vitamin C yang cukup tinggi (20 mg/100 g), memungkinkan bengkuang digunakan sebagai sumber antioksidan yang potensial untuk menangkal serangan radikal bebas penyebab kanker dan penyakit degeneratif.

2.5 Simplisia Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia dapat berupa simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelikan (mineral).

Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman. Yang dimaksud eksudat tanaman ialah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau yang dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya, atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya.

Adapun nama simplisia pada bengkuang (Pachyrrhizus erosus), yaitu :
a. Pachyrrhizus erosus Semen : biji bengkuang
b. Pachyrrhizus erosus Radix : akar bengkuang


2.6 Manfaat Bengkuang (Pachyrrhizus erosus)

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari bengkuang, antara lain:
  • mengobati wasir 
  • mengobati demam
  • baik bagi penderita penyakit diabetes mellitus
  • mengobati sariawan
  • sebagai fitoestrogen alami
  • menurunkan kadar kolesterol darah
  • mengurangi produksi asam lambung
  • menjaga sistem kekebalan tubuh
  • khasiat lain dari bengkuang yaitu dapat mengobati penyakit beri-beri akibat kekurangan vitamin B1 (thiamin)

2.7 Budidaya Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) di Indonesia

Menurut sejarahnya, tanaman bengkuang berasal dari daerah Amerika Tengah dan Selatan, khususnya daerah Meksiko. Awalnya tanaman bengkuang dianggap sebagai obat-obatan oleh suku Aztec, terutama karena manfaat bijinya.

Selanjutnya oleh bangsa Spanyol, bengkuang disebarkan ke daerah Filipina. Kedatangan bangsa Spanyol ke Asia pada abad ke-17 tersebut mempunyai andil besar dalam menyebarkan tanaman bengkuang, hingga ke seluruh negara Asia dan Pasifik.

Tanaman bengkuang masuk ke Indonesia dari Manila melalui Ambon. Berawal dari Ambon, bengkuang kemudian dibudidayakan di seluruh pelosok negeri ini. Sentra produksi bengkuang saat ini adalah Jawa, Madura, dan di beberapa daerah lain, terutama di dataran rendah.

Varietas yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah bengkuang gajah dan bengkuang badur. Perbedaan di antara kedua jenis bengkuang ini adalah waktu panennya.

Varietas bengkuang gajah dapat dipanen ketika usia tanam memasuki empat sampai lima bulan. Varietas bengkuang badur memiliki waktu panen lebih lama. Jenis ini baru dapat dipanen ketika tanamannya berusia tujuh sampai sebelas bulan.

Dalam praktik budi daya, tanaman bengkuang sering ditanam di sela-sela tanaman lada. Hal ini dikarenakan akar tanaman bengkuang memiliki kemampuan untuk bersimbiosis dengan Rhizobium yang dapat menambat nitrogen dari udara.

Dengan kondisi berbagai iklim, khususnya tropis basah, bengkuang dapat beradaptasi dan tumbuh dengan baik. Keberadaan tanaman bengkuang yang dapat memfiksasi nitrogen membuat suplai nitrogen bagi tanaman lada tercukupi, sehingga tidak perlu penambahan unsur nitrogen dari luar (berupa pupuk urea).

Umbi bengkuang tidak tahan suhu rendah, sehingga mudah mengalami kerusakan. Karena itu, umbi sebaiknya disimpan pada tempat kering bersuhu maksimal 16°C. Penyimpanan umbi pada kelembaban dan suhu yang sesuai akan membuat bengkuang tahan hingga sekitar 2 bulan.


BAB III
PEMBAHASAN


Bengkuang bukan sekadar pemutih kulit, antioksidan yang ada pada bahan pangan ini bersifat antikanker dan mampu mencegah penyakit degeneratif lainnya. Bisa pula dipakai untuk membantu mengatasi wasir dan demam. Tanaman bengkuang tergolong ke dalam suku polong-polongan atau Fabaceae. Di Amerika tumbuhan ini dikenal sebagai xicama atau jicama. Dalam bahasa Inggris, umbi bengkuang dikenal dengan sebutan yambean. Di Indonesia, umbi tersebut dikenal dengan sebutan bengkuang atau bengkoang, sedangkan di Jawa disebut besusu. 

Dalam kehidupan sehari-hari, yang disebut bengkuang adalah umbi (cormus) dari tanaman bengkuang (Pachyrrhizus erosus). Bengkuang biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar utuh atau sebagai bagian dari rujak, asinan, manisan, salad, koktail, atau jus. Penambahan madu dan jeruk nipis ke dalam jus bengkuang diyakini dapat mencegah sariawan. Selain sebagai bahan pangan, umbi bengkuang secara tradisional juga sangat dikenal dalam dunia kecantikan, yaitu sebagai masker kecantikan untuk memutihkan dan menyegarkan kulit. Di kehidupan modern saat ini, masker bengkuang telah dipasarkan dalam bentuk bubuk atau pasta siap pakai.


3.1 Penyakit yang Dapat Disembuhkan dan Cara Penggunaannya

Menurut literatur yang mencatat pengalaman secara turun temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
  1. Mengobati Wasir
    Wasir terjadi karena gangguan aliran darah di sekitar dubur sehingga pembuluh darah melebar dan membengkak. Tidak semua penderita wasir memerlukan pengobatan medis, yakni mereka yang mengeluhkan pendarahan, adanya tonjolan dan gatal-gatal. Dengan pengobatan apapun kemungkinan wasir dapat kambuh kembali tergantung dari kebiasaan makan, minum dan buang air besar.
    Kandungan serat dalam bengkuang dapat membantu mengatasi wasir. Karena salah satu fungsi serat yaitu membantu memperlancar saluran pencernaan dan pengeluaran feses sehingga tidak sulit dan tidak menimbulkan rasa sakit serta mengurangi penekanan ketika mengeluarkannya. Dengan demikian dapat mengurangi rasa sakit penderita wasir. Untuk mengatasi wasir, bengkuang dibuat dalam bentuk jus yang diminum setiap bangun tidur dan pada pagi hari.
  2. Mengobati DemamDemam terjadi karena adanya suatu mekanisme pertahanan tubuh (respon imun) terhadap zat asing (bibit penyakit yang telah dilemahkan) yang masuk ke dalam tubuh. Adanya benda asing tersebut akan merangsang sistem pertahanan tubuh, sehingga akan merangsang aktivitas sel imunitas (sel makrofag dan limfosit T) untuk memerangi zat asing tersebut dengan meningkatkan proteolisis yang menghasilkan asam amino yang berperan untuk pembentukan antibodi atau sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi resisten dan kuat menghadapi bibit penyakit. Namun efek sampingnya tubuh secara otomatis akan mengeluarkan pirogen (zat penyebab demam). Pirogen selanjutnya membawa pesan melalui reseptor dalam hipotalamus, sehingga terjadi reaksi penaikan suhu tubuh dengan cara menyempitkan pembuluh darah tepi dan menghambat sekresi kelanjar keringat. Akibatnya pengeluaran kalor menurun dan suhu tubuh jadi meningkat.
    Bengkuang yang mempunyai sifat kimiawi yang berkhasiat mendinginkan dapat digunakan untuk menurunkan demam. Umbi bengkuang dapat dimakan secara langsung maupun dibuat dalam bentuk jus yang diminum pagi dan sore.
  3. Penyakit Diabetes MellitusDiabetes melitus atau yang sering dikenal dengan nama kencing manis merupakan penyakit yang tidak pandang bulu. Semua kalangan dapat mengidap penyakit ini, baik kaya maupun miskin, remaja muda maupun orangtua. Perubahan gaya hidup terutama pola makan yang beralih ke makanan yang serba instan dan praktis dapat memicu terjadinya diabetes melitus. Selain perubahan gaya hidup dan pola makan, faktor genetik juga berperan terhadap timbulnya penyakit ini.Penyakit kencing manis atau Diabetes Melitus merupakan penyakit yang bersifat kronis (menahun) yang terjadi akibat kekurangan insulin absolut atau relatif. Ditandai dengan meningkatnya konsentrasi glukosa di dalam darah. Selain itu juga mempengaruhi metabolisme protein dan lemak di dalam tubuh. Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan.Upaya pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian insulin. Namun upaya yang tidak kalah pentingnya yaitu mengaja keseimbangan konsumsi makanan. Pengaturan makanan dan aktivitas fisik merupakan cara yang terbaik agar kadar gula dalam darah tetap dalam keadaan normal. Selain dengan obat dokter, bengkuangpun dapat digunakan untuk mempertahankan kenormalan kadar gula dalam darah. Serat makanan yang terdapat dalam bengkuang berperan dalam menurunkan kadar gula dalam darah karena diserap secara perlahan dan tidak semuanya diubah menjadi glukosa. Dengan demikian serat pada bengkuang dapat mengendalikan gula darah para penderita diabetes mellitus. Dalam upaya mempertahankan kadar gula dalam darah tetap normal, bengkuang dibuat dalam bentuk jus atau dapat pula diparut kemudian disaring lalu diambil sarinya dan diminum setiap pagi dan malam hari.
  4. Mengobati SariawanSariawan merupakan gejala erosi pada kulit mulut, yakni dinding dalam pipi atau lidah. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin C, alergi atau penurunan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C dalam bengkuang yang bertindak sebagai antioksidan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan penderita sariawan. Bengkuang dapat diberikan pada penderita sariawan dengan cara dibuat dalam bentuk jus yang kemudian ditambahkan dengan madu dan air secukupnya.
  5. Efek Menopause (Sebagai fitoestrogen Alami) Bagi kaum wanita, kehadiran fitoestrogen sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas hidup diusia tua. Ketika seorang wanita memasuki masa menopause dimana hormon estrogen tidak lagi diproduksi tubuh atau hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil, sehingga ada kecenderungan wanita mengalami kemunduran fisik, diantaranya kulit lebih cepat mengeriput serta organ tulang mulai rapuh dan mudah patah.Oleh karena itu makanan yang mengandung fitoestrogen harus diusahakan tersaji dalam menu hidangan setiap hari. Bengkuang merupakan salah satunya makanan yang mengandung fitoestrogen sehingga baik untuk dikonsumsi bagi mereka yang sudah memasuki masa menopause agar keluhan yang terjadi pada masa menopause dapat dihindarkan dan akan menjadikan wanita yang semakin tua menjadi semakin segar dan lebih menarik.
  6. Kadar Kolesterol DarahTrigliserida dan kolesterol merupakan fraksi lemak yang biasa terdapat dalam darah. Dalam jumlah yang tepat lemak sangat penting untuk tubuh. lemak merupakan zat yang kaya energi utnuk proses metabolime tubuh. Namun dalam jumlah yang berlebihan, lemak (trigliserida dan kolesterol) bisa menyebabkan penyakit yang sangat serius seperti atherosklerosis, stroke dan penyakit jantung koroner. Kadar trigliserida dan kolesterol total dalam darah yang dianjurkan adalah kurang dari 200 mg/ dl. Jika jumlahnya telah melebihi batas tersebut maka perlu diwaspadai dan dilakukan upaya terapi untuk menurunkannya.Salah satu cara menurunkan kadar kolesterol dalam darah yaitu dengan cara melakukan pengaturan makanan dengan baik dan benar. Terapi jus bengkuang dapat dilakukan untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Kandungan air dan serat dalam bengkuang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain serat dan kadar air yang tinggi, kandungan vitamin C dalam bengkuang yang berfungsi sebagai antioksidan juga dapat membantu dalam proses penurunan kadar kolesterol dalam darah.
  7. Gangguan Asam LambungGangguan asam lambung merupakan salah satu penyakit yang terjadi karena pola hidup dan pola makan yang berubah. Gangguan ini biasanya banyak terjadi pada mereka yang sibuk bekerja sehingga seringkali melalaikan waktu makan. Apabila produksi asam lambung semakin meningkat akan menyebabkan rasa mual dan muntah, nyeri pada ulu hati, rasa lemah, nafsu makan menurun, bahkan sakit kepala. Jika tidak segera diobati akan menyebabkan terjadinya peradangan atau bahkan luka dalam perut yang disebut dengan ulkus peptikum. Untuk mengurangi produksi asam lambung yang berlebih, dianjurkan untuk memperbanyak makan buah dan mengurangi makanan yang berminyak dan pedas yang dapat merangsang produksi asam lambung. Ahli naturopati menyarankan untuk mengkonsumsi bengkuang segar yang dimakan dalam bentuk biasa tanpa sambal atau garam. Karena sifat umbinya yang dingin serta sifat alkali bengkuang yang cepat meyerap asam lambung yang berlebih.
  8. Penyakit Beri-beri
    penyakit beri-beri akibat kekurangan vitamin B1 (thiamin). Caranya yaitu dengan mengupas bengkuang, lalu cuci bersih kemudian diparut atau dijus dengan menggunakan jus ekstraktor. Sebaiknya diminum pada waktu pagi hari atau siang hari setelah makan. 
  9. Khasiat lain dari bengkuang yaitu dapat menjaga sistem kekebalan tubuhBengkuang merupakan salah satu jenis bahan pangan yang memegang peranan penting dalam menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan vitamin C dan beberapa phytonutrien yang terdapat dalam bengkuang dapat membuat sistem kekebalan tubuh terjaga, sehingga relatif dapat terhindari dari serangan berbagai macam infeksi maupun penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri maupun mikroorganisme yang berbahaya.

3.2 Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) sebagai Obat Luar Dalam

Sebagai obat luar, bengkuang terlebih dahulu harus dihaluskan dan ditempelkan di bagian-bagian tubuh tertentu. Untuk pengobatan dalam, bengkuang dapat mengatasi berbagai penyakit seperti diabetes, demam, eksim, sariawan, dan wasir. Selain umbi, bagian tanaman lainnya yang dapat digunakan sebagai obat adalah akar, biji, dan tangkainya. Untuk pengidap, diabetes, bengkuang dapat diparut, disaring, kemudian diminum bagian cairnya dua kali sehari.

Walaupun bengkuang memiliki efek farmakologis sebagai obat untuk berbagai penyakit seperti demam, penyakit kulit, dan nyeri perut, tumbuhan ini juga berbahaya karena mengandung racun di bagian biji dann daunnya. Penggunaan bagian biji dan daun perlu diwaspadai agar tidak terjadi keracunan. Tidak hanya di bidang kesehatan dan pangan, bengkuang juga diaplikasikan pada bidang industri kosmetik. Bagian akar atau umbi bengkuang dimanfaatkan sebagai bahan bedak dingin untuk perawatan wajah, sehingga wajah menjadi terlihat lebih segar, halus, dan putih.
Manfaatnya sebagai kosmetik, membuat bengkuang identik dengan efek pemutihan kulit. Bengkuang dalam bentuk ramuan masker, sejak dahulu kala memang telah dipercaya dapat menghaluskan, memutihkan, serta menghilangkan flek atau noda di bagian wajah.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada makalah ini, dapat ditarik suatu kesimpulan bukan hanya berkhasiat untuk mempercantik diri, tetapi ternyata juga dapat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti  mengatasi penyakit kulit, diabetes, demam, eksim, sariawan, dan wasir serta mampu menjaga kesehatan tubuh. Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkuang yang lain sangat beracun karena mengandung rotenone, seperti bagian biji dan daun bengkuang. Sehingga untuk menghindari keracunan, maka jumlah penggunaan dari dua bagian tumbuhan tersebut perlu diperhatikan. Tanaman bengkuang sering juga ditanam sebagai pupuk hijau atau untuk penutup tanah di perkebunan teh.

4.2 Saran

Kami menyadari bahwa dalam makalah kelompok ini masih terdapat banyak kekurangan, ibarat pepatah,”tiada gading yang tak retak. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan guna perbaikan makalah ini.


DAFTAR PUSTAKA

  • Adi, Lukas Tersono. 2008. Tanaman Obat dan Jus. Jakarta: Agromedia Pustaka.
  • Apriadji, Wied Harry. 2006. 180 Jus Buah dan Sayuran. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
  • De Guzman-Ladion Herminia. 2009. Tanaman Obat Penyembuh Ajaib. Bandung: Publishing House.
  • Mooryati Soedibyo, R.R.A. 1998. Alam Sumber Kesehatan (Manfaat dan Kegunaan). Jakarta: Balai Pustaka.
  • Purwanto, Imam. 2007. Mengenal Lebih Dekat Leguminoseae. Yogyakarta: Kanisius.
  • Redaksi Agromedia. 2008. 273 Tanaman Tradisional untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Jakarta: Agromedia Pustaka.
  • Rozaline, Hartin. 2006. Terapi Jus Buah dan Sayur. Bandung: Niaga Swadaya.
  • Steenis ,Van. 2008.  Flora. Jakarta: Pradnya Paramita 
  • Surtiningsih. 2005. Cantik dengan Bahan Alami. Jakarta: Elex Media Komputindo.
  • Wirakusumah, Emma S.. 2007. Cantik dan Awet Muda. Jakarta: Penebar Plus.


Pengertian Dioksin dan Bahaya Dioksin

A. Definisi Dioksin

Dioksin adalah nama umum untuk grup polychlorinated dibenzodioxins (PCDD). Menurut Isa (2011) dioksin adalah kelompok senyawa yang bersifat racun (toksik) dan diketahui secara nyata merupakan faktor pemicu kanker. Senyawa dioksin tersusun oleh atom karbon, hydrogen, oksigen dan klor. Atom chlor pada senyawa PCDD menghasilkan sampai 75 isomer dengan toksisitas yang sangat bervariasi. Isomer yang sangat aktif dan mempunyai potensi toksisitas tinggi adalah yang mempunyai 4 sampai 6 atom chlor, terutama dalam posisi lateral (2,3,7,8) seperti 2,3,7,8-Tetrachlorodibenzo-p-dioxin (2,3,7,8-TCDD) dengan toksisitas akut. International Agency for Research on Cancer (IARCH), satu bagian dari organisasi kesehatan PBB-WHO pada tanggal 14 Februari 1997 mengumumkan bahwa dioxin dengan rumus kimia 2,3,7,8 tetra chlorodibenzo-p-dioxin adalah zat penyebab kanker (karsinogenik) nomor satu di dunia dan dikenal sebagai zat penyebab kanker-buatan manusia yang paling berbahaya. Tingkat bahaya dioksin dinyatakan dalam Toxicity Equivalet (TEQ).

Struktur molekul dioksin

Dioksin terbentuk dari proses industri kimia yang melibatkan klorin, proses pembakaran sampah insinerasi, produksi samping industri pembuatan pestisida, pulp, proses pembakaran kayu,  batu bara, bensin, atau minyak, limbah kota, peleburan logam, gas emisi kendaraan, asap rokok serta penyulingan. Dioksin juga dapat terbentuk dari sumber alam seperti kebakaran hutan dan letusan gunung berapi. Dioksin dibentuk pada waktu terjadinya pembakaran senyawa yang berbasis klorin dengan hidrokarbon. Dioksin sangat jarang terdapat dalam sumber alami, sebagian besar dioksin berasal dari manusia (antropogenik).   

Sejarah mulainya dioksin berakumulasi kedalam lingkungan hidup yaitu ketika perusahaan Dow Chemical (Midland, Michigan) menemukan suatu cara membelah molekul garam dapur (NaCl) sehingga pecah menjadi atom natrium dan atom klorin. Manusia menghasilkan jumlah klorin besar-besaran, klorin bebas tidak melekat pada senyawa atau atom lain. Klorin bebas merupakan limbah yang tidak diketahui kegunaannya dan bersifat berbahaya. Kemudian dimanfaatkan menjadi produk yang berguna dengan cara menempelkan atom-atom klorin pada molekul petrokimia hidrokarbon. Akibatnya, selama tahun 1930-1940 tercipta berbagai produk klorinat-hidrokarbon yang mampu meningkatkan perkembangan berbagai produk jenis pestisida, dan berbagai jenis pelarut serta plastic yang dihasilkan dari klorin bebas tersebut.
Pada saat klorinat-hidrokarbon tersebut diproses di pabrik atau dibakar dalam insinerator, terbebaskan  produk hasil samping yang sangat tidak dikehendaki yaitu dioksin, suatu jenis senyawa kimia yang paling beracun yang pernah dipelajari dan diketahui manusia. (The U.S. Environmental Protection Agency, US-EPA) menyatakan bahwa pembakaran yang tidak diawasi seperti pembakaran sampah rumah tangga secara terbuka, merupakan sumber cemaran dioksin pada lingkungan yang diperkirakan sebesar 57% dari total sumber pelepasan dioksin. Karena dioksin terjadi secara alami di Iingkungan, maka dioksin tidak akan pernah hilang sama sekali. Ketika lepas ke udara, dioksin dapat berpindah tempat dalam jarak jauh melampaui batas-batas negara (long-range transboundary movement). Oleh karena itu, dioksin dapat ditemukan di banyak tempat di dunia.
Perkembangan industri,  penggunaan bahan organik yang terklorinasi, plastic (PVC), herbisida, dan insektisida yang tinggi di suatu Negara, maka dalam tubuh manusia setempat semakin tinggi kandungan dioksinnya. Senyawa tersebut jika dibakar, terbentuk dioksin sebagai produk samping. Dioksin yang terbentuk selama pembakaran masuk ke udara bersama abu yang beterbangan, kemudian mengendap pada tanaman, kebun-kebun tanaman pangan yang akan dikonsumsi oleh ternak seperti sapi, dan ayam akhirnya dikonsumsi manusia
Dioksin bersifat larut dalam lemak, dan terakumulasi dalam pangan relatif tinggi  kadar lemaknya. Kandungan dioksin tersebar ke dalam produk pangan yaitu daging, susu, produk susu, ungags, daging ikan, dan telur. Pada daging ikan, dioksin dapat terakumulasi dalam rantai makanan, sehingga tingkat kadar dioksinnya mencapai rantai makanan, sehingga kadar dioksinnya mencapai 100.000 kali dari kadar dioksin yang terdapat dalam lingkungan sekitarnya. Dioksin dikenal sebagai senyawa hidrofobik, artinya bila dioksin berada di air dan mencari tempat menempel atau masuk ke dalam tubuh ikan. 
Ketika dioksin lepas ke air, dioksin akan menetap dalam sedimen dan kemudian senyawa tersebut ditransportasikan lebih jauh, atau termakan oleh ikan dan hewan perairan lainnya. Selanjutnya, senyawa dioksin akan mengalami bioakumulasi dan biomagnifikasi melalui rantai pangan, dimana biota pada tingkat trofi yang lebih tinggi mengakumulasi konsentrasi dioksin yang lebih besar.  Dioksin dengan konsentrasi dari sumber polusi sebesar 0,01 ppt akan diserap oleh plankton, kemudian dimakan oleh konsumer plankton seperti ikan dan selanjutnya dimakan oleh ikan yang lebih besar, dan pada akhirnya dioksin pada tingkat predator puncak seperti burung elang memiliki konsentrasi ribuan kali lebih tinggi dibandingkan konsentrasi awal.

Selain di lingkungan, dioksin dalam jumlah yang sangat kecil juga terdapat pada sejumlah bahan seperti produk yang diproduksi menggunakan plastik, resin, pemutih; bahan tampon/pembalut; bahan kemasan pangan; dan rokok. Penggunaan bahan tersebut menunjukkan bahwa manusia dapat terpapar dioksin (dalam dosis harian) meski dalam jumlah yang sangat kecil, namun hal ini masih menjadi perdebatan apakah paparan dalam jumlah tersebut memiliki efek klinik atau tidak.
Dari hasil evaluasi EPA (1994), telah dikonfirmasikan bahwa dioksin merupakan senyawa organik yang paling beracun yang manusia pernah ketahui, pengaruhnya sangat negatif terhadap risiko kesehatan, bahkan dengan dosis yang sangat kecil yaitu 10-15 ppt (part per trillion), yang terakumulasi selama hidup. Berdasarkan hal tersebut, EPA menetapkan ambang batas dioksin yang diizinkan dalam tubuh manusia adalah sekitar 0,006 pikogram (seper juta-juta gram) per kilogram berat badan, atau sekitar 0,40 pikogram untuk seorang dewasa. Sedangkan dosis yang dapat dipakai acuan adalah ADI (Acceptable Daily Intake) dari WHO yaitu 1-10 pg/kg/hari.Berdasarkan hasil kajian Europeon Commission dan US-EPA, lebih dari 90% paparan senyawa dioksin berasal dari makanan terutama lemak hewan. 
Beberapa kasus pencemaran oleh dioksin dalam pangan antara lain krisis dioksin di Belgia pada Mei 1999 ketika sejumlah dioksin masuk ke dalam rantai pangan melalui pakan ternak, akibatnya 7.000.000 ekor ayam dan 60.000 ekor babi harus dimusnahkan. Pada tahun 2004 di Belanda terdapat kasus meningkatnya kadar dioksin dalam susu, yang ternyata berasal dari tanah liat yang digunakan dalam proses produksi pakan ternak. Pada Juli 2007, European Commission menyatakan bahwa telah ditemukan dioksin dalam ikadar tinggi pada bahan tambahan pangan guar gum yang digunakan sebagai pengental dalam jumlah kecil pada daging, produk susu olahan, kue, atau produk pangan lain. Sumbernya ternyata berasal dari guar gum dari lndia yang terkontaminasi dengan pentaklorofenol yaitu pestisida yang kini telah dilarang.

B. Bahaya Dioksin

Dioksin merupakan zat kimia yang berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan masayarakat. Dampak keracunan dioksin untuk jangka panjang adalah kanker dan aterosklerosis sehingga menaikkan angka kematian sampai 46 % pada beberapa kasus. Sedangkan efek jangka pendek, dapat menyebabkan lesi kulit seperti chloracne. Chloracne  adalah penyakit kulit yang parah dengan lesi menyerupai acne yang terjadi terutama pada wajah dan tubuh bagian atas, serta ruam kulit lainnya, perubahan warna kulit, dan kerusakan pada organ-organ tubuh lain, seperti hati, ginjal dan saluran cerna. Selain itu pada konsentrasi berkisar antara 1 mikrogram sampai beberapa mikrogram saja, dioksin dapat menyebabkan kematian pada hewan. Berikut beberapa bahaya lain dari dioksi, diantaranya:
  • Dioksin merupakan senyawa yang mampu mengacaukan sistem hormon, yaitu dengan cara bergabung dengan kaseptor hormon, sehingga mengubah fungsi dan mekanisme genetis dari sel. 
  • Menyebabkan timbulnya penyakit genetis dan dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.
  • Menurunkan daya tahan tubuh, karena secara langsung dioksin mampu menurunkan sel B dan secara tidak langsung menurunkan jumlah sel T yang berperan dalam sistem Imun.
  • Mengacaukan sistem saraf
  • Keguguran kandungan
  • Mengakibatkan cacat kelahiran (birth deformity), seperti gangguan intelektual.  
  • Mengganggu fungsi reproduksi, dimana berakibat pada jumlah sperma laki-laki menurun dan endometriosis pada perempuan meningkat.
  • Mengganggu metabolisme glukosa yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2. 
  • Menyebabkan penyakit jantung iskemik.
Dalam sejarah, kasus dioxin yang paling terkenal adalah Agent Orange yang terjadi di Vietnam saat Vietnam perang dengan Amerika Serikat. Saat ini, setelah 4 dekade  dampak dioxin masih dapat kita temukan. Banyak anak yang mengalami permasalahan tumbuh kembang. Misalnya pada gigi dan rambut. Agent Orange di Vietnam ini telah membunuh jutaan orang karena dioxin telah bercampur dengan tanah, mengendap di sungai-sungai sehingga tanaman dan air serta ikan yang mereka makan telah tercemar bahan kimia tersebut. Permasalahan yang terjadi di Vietnam akibat dari dioxin yang terkandung dalam Agent Orange adalah kelainan lahir bawaan pada bayi yang orang tuanya dulunya merupakan veteran Vietnam adalah kelainan pada otak, jantung, organ kelamin, dan saluran kencing, serta bibir sumbing (cleft palate), club foot, spina bifida, kanker kongenital, dan sindroma Down’s.
Sebenarnya dioxin yang berada di lingkungan dalam konsentrasi yang kecil namun terjadi bioakmulasi dan akan terakumulasi dalam rantai makanan terutama jaringan lemak. Akumulasi ini terjadi karena dioxin bersifat hidrofobik yang tidak akan terurai dalam air dan akan larut dalam lemak. Karena itulah dioxin banyak ditemukan pada daging, susu, ayam, dan telur. Akumulasi tersebut menjadikan manusia sebagai pihak yang mengalami akibat terparah karena manusia berada pada puncak rantai makanan. Sedangkan golongan yang paling rentan terkena dampak dioxin adalah janin, bayi, orang dengan diet makanan tertentu, dan pekerja industri. 

C. Pencegahan Toksisitas Dioksin

Upaya pencegahan toksisitas dioksis, diantaranya :
  1. Memisahkan sampah-sampah organik yang mudah terdegradasi oleh mikroorganisme dengan sampah yang susah terdegradasi seperti plastik.  Sampah-sampah plastik yang susah terdegradasi harus dikumpulkan dan jangan dibakar begitu saja karena berpotensi untuk menghasilkan dioksin.
  2. Melakukan pembakaran sampah berkisar antara 800 – 1100 °C, sebab dengan incinerator yang mampu membakar sampah hingga temperatur 10000C tidak akan menghasilkan dioksin. Terjadinya dioksin dalam pembakaran sampah, dapat dikendalikan dengan penguraian suhu tinggi tiroksin melalui pembakaran sempurna yang stabil. Untuk itu, penting untuk mempertahankan suhu tinggi gas pembakaran dalam tungku pembakaran, menjaga waktu keberadaan yang cukup bagi gas pembakaran, serta pengadukan campuran antara gas yang belum terbakar dan udara dalam gas pembakaran. Mengingat upaya ini untuk skala besar maka upaya perlu didukung serta dilakukan oleh pemerintah, khusunya pemerintah daerah yang daerahnya menghasilkan banyak volume sampah.
  3. Pencegahan pembentukan senyawa de novo yang juga merupakan penyebab munculnya dioksin, pendinginan mendadak serta pengkondisian suhu rendah gas pembakaran akan efektif.
  4. Terhadap debu terbang yang dikumpulkan dengan penghisap debu yang banyak mengandung dioksin, ada teknologi pemrosesan reduksi khlorinat dengan panas. Untuk udara atmosfir yang dikembalikan, karena menggunakan reaksi reduksi khlorinat dengan menukar khlor yang terkandung dalam dioksin dengan hidrogen, dengan terus memanaskan debu terbang pada suhu diatas 8000C dioksin dalam debu dari jumlah totalnya akan terurai. Ini digunakan sebagai teknologi yang dapat menguraikan dioksin dengan energi input lebih sedikit dibandingkan dengan peleburan.
  5. Bersikap ekstra hati-hati dalam mengkonsumsi makanan, dan yang lebih baik tentunya kita kembali kepada makanan-makanan yang sifatnya alami, yakni makanan yang kita olah dan produk sendiri baik itu tumbuh-tumbuhan, biji-bijian, makanan pokok, maupun daging dan ikan.

D. Upaya Pengendalian Dioksin

Dioksin bukan zat yang mudah terurai di alam. Sebagai akibatnya, dioksin terdapat di tanah, air, dan permukaan tumbuhan. Agar toksisitas dioksin tidak meningkat di alam, maka diperlukan suatu upaya. Berikut upaya pengendalian dioksin, diantaranya:

1. Menggunakan Titanium dan Ultraviolet
Kini, sebuah teknologi baru telah dikembangkan untuk memecahkan dioksin yang menyusahkan ini, yakni dengan memaparinya dengan cahaya dan mengubahnya menjadi sesuatu yang tidak berbahaya. Alat yang baru dikembangkan ini adalah sebuah alat untuk menghilangkan dioksin yang menggunakan suatu zat yang disebut Titanium dioksida. Titanium Oksida adalah senyawa yang banyak digunakan dalam pembuatan cat. Jika dikenai pada cahaya, terutama sinar ultra violet, maka senyawa tersebut akan bereaksi dengan oksigen di udara, dan dapat memecahkan materi-materi organik. Peralatan baru tersebut memanfaatkan sifat Titanium Oksida ini. Alat ini dipasang pada pipa gas buangan fasilitas pembakar sampah atau incinerator. Bila sampah dibakar, maka dioksin di dalam gas yang melalui pipa itu akan diurai menjadi karbon dioksida dan air, dengan mengenai Titanium Oksida dalam alat itu dengan sinar ultra violet.

Dengan menggunakan silika gel (bahan penyerap kelembaban), para ilmuwan telah berhasil menggunakan Titanium dioksida untuk mengurai dioksin. Silika gel tersbut yang berdiameter 3 mm dan permukaannya dilapisi oleh Titanium Oksida digunakan pada alat tersebut. Permukaan silika gel ini memiliki banyak lubang, sehingga memperbesar luas permukaannya, dan itu akan menarik dioksin terus menerus dengan daya serap yang besar. Dioksin yang diserap ke dalam silika gel tersebut kemudian diurai oleh Titanium Oksida yang dikenai pada sinar ultra violet. Hal yang menguntungkan, silika gel tembus pandang sehingga cahaya dapat menembusnya dan menyebabkan reaksi kimia di seluruh tempat. Oleh karena itu, hal ini dapat memecahkan dioksin dengan keandalan tinggi lebih dari 99 persen.
Peralatan yang baru dikembangkan ini sangat mudah untuk dipasangkan pada fasilitas pembakar sampah/incinerator yang sudah ada. Dan juga teknologi baru ini ramah lingkungan. Di masa lalu, cara menguraikan dioksin adalah dengan membakarnya pada suhu yang sangat tinggi sekitar 1000 derajat celcius, namun dengan teknologi baru ini tidak diperlukan lagi energi sebanyak itu. Alat ini hanya perlu memaparkan Titanium dioksida pada sinar ultra violet, jadi biaya operasinya hampir dapat dikatakan sangat rendah.

2. Mengurai Dioksin dengan Enzim
Baru-baru ini, Prof. K. Inoue dkk dari Kyoto University Jepang mengumumkan sebuah cara baru menguraikan dioksin, yakni dengan menggunakan enzim hasil penemuannya. Enzim buatan ini diperoleh dengan cara mengubah struktur gen pada enzim pengurai obat yang dimiliki oleh semua binatang mamalia. Pada dasarnya binatang mamalia memiliki sekumpulan enzim yang disebut cytocrom P-450, yang bekerja menguraikan zat kimia di dalam tubuh sehingga menjadi tidak beracun. Kumpulan enzim ini dapat juga menguraikan jenis dioksin yang tingkat toksisitasnya rendah, namun tidak sanggup menguraikan jenis dioksin dengan tingkat toksisitas sangat tinggi seperti 2,3,7,8-tetrachlorodibenzo-p-dioxin (TCDD). 
Prof. Inoue dkk membuat enzim buatan pengurai dioksin jenis ini dengan cara mengambil satu jenis enzim dalam cytocrom P450 dari tikus. Dengan metoda transgenik, gen dalam enzim ini diubah agar bisa membentuk molekul enzim dimana bagian yang berfungsi mengikat zat kimia yang ingin diurai menjadi lebih panjang, kemudian gen ini ditransfer ke ragi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa enzim buatan ini dapat menguraikan 1 molekul 2,3,7,8-TCDD perjam, yang berarti kecepatan mengurainya 10~100 kali lebih tinggi dari enzim yang ada pada tubuh manusia. 
Penelitian ini masih dalam tahap awal. Namun, menurut Prof. Inoue, jika ini berhasil akan dapat diaplikasikan secara luas di berbagai bidang seperti menguraikan dioksin dalam bahan makanan, tanah dan lain sebagainya. Perlu diketahui, lebih dari 90% dioksin yang masuk kedalam tubuh kita adalah melalui makanan, baru sisanya melalui pernafasan. Berarti, enzim temuan ini bisa jadi alat canggih untuk menanganani dioksin yang sudah menjadi momok seluruh dunia.

E. Aspek Legal Pengendalian Dioksin

Indonesia telah mempunyai peraturan pemerintah republik Indonesia (PP) bahan beracun dan berbahaya (B3) dan salah satu dari bahan berbahaya dan beracun tersebut adalah Dioksin. Adapun peraturan pemerintah yang mengatur hal tersebut adalah :
  1. PP No 18 tahun 1999 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun dan telah di ubah menjadi PP No 85 tahun 1999
  2. PP No 74 tahun 2001 tentang pengelolan bahan berbahaya dan beracun 
Menurut peraturan pemerintah tersebut yang dimaksud dengan B3 adalah bahan yang karena sifat atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung mencemari atau merusak lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan manusia serta kelangsungan makhluk hidup lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan pengelolaan B3 adalah kegiatan yang menghasilkan menyimpan dan menggunakan dan atau membuang bahan berbahaya dan beracun. 


F. Studi Kasus

Presiden Ukraina Viktor Yuschenko diduga keracunan dioksin melalui makanan. Sampel darahnya mengandung 100.000 U/gram TCDD, suatu kadar tertinggi kedua yang pernah tercatat pada manusia. Pada akhir tahun 2004 selama kampanya pemilihannya, Yushchenko dikonfirmasi telah tertelan TCDD dalam jumlah berbahaya. Beliau menderita cacat akibat keracunan, tetapi telah perlahan-lahan pulih. Setelah kampanyenya, Yushchenko menjadi sakit parah pada awal september 2004. Beliau diterbangkan ke klinik Rudolfinerhaus Wina untuk pengobatan dan didiagnosis bahwa beliau menderita pankreatitis akut, disertai dengan perubahan interstitial edema, disebabkan oleh infeksi virus yang serius dan zat kimia yang biasanya tidak ditemukan dalam produk makanan. Yushchenko mengklaim bahwa ia telah diracuni oleh agen-agen pemerintah. Setelah penyakitnya, wajahnya sangat rusak: kuning, kembung, dan bopeng.
Ahli toksikologi Inggris, Profesor John Henry, Rumah Sakit St Mary di London menyatakan perubahan wajah Yushchenko adalah karena chloracne, yang mana hasil dari keracunan dioxin. Ahli toksikologi Belanda Bram Brouwer juga menyatakan perubahan dalam penampilannya merupakan hasil dari chloracne, dan menemukan tingkat dioxin dalam darah Yushchenko 6.000 kali lipat di atas normal.
Pada bulan Agustus 2009, The Lancet menerbitkan sebuah makalah ilmiah oleh para peneliti Swiss dan Ukraina pada pemantauan, bentuk, distribusi, dan eliminasi dari 2,3,7,8-Tetrachlorodibenzodioxin (TCDD) pada tubuh Yushchenko setelah ia didiagnosis dengan keracunan berat. Tingkat TCDD di serum darah Yushchenko sebesar 50.000 kali lipat lebih besar dibandingkan pada populasi umum. Studi baru ini juga menyimpulkan bahwa dioxin "begitu murni, artinya dioxin pasti dibuat di laboratorium"
Menurut EPA, hanya 50% sumber dioksin yang dikenal. Dari yang dikenal tersebut 95% berasal dari proses pembakaran. Proses pembakaran yang dimaksud adalah pembakaran sampah plastik dan limbah rumah sakit. Dioksin juga teridentifikasi pada produk sampingan dari industri yang menggunakan klorin dalam proses produksinya, diantaranya seperti industri kimia, pestisida, plastik, pulp, kertas, dan sebagainya. Secara umum produk senyawa kimia organik yang menggunakan klor adalah sumber dioksin.Sumber lainnya adalah dari perairan, yang berasal dari pembuangan limbah industri. Selain itu dioksin juga dihasilkan dari alam, yaitu berasal dari kebakaran hutan dan aktifitas gunung berapi. Dengan kadar rendah dioksin ditemukan di semua lingkungan (udara, air, dan tanah). Karena sifat fisik dan kimianya, dioksin terutama ditemukan di lapisan tanah, sedimen, dan biota.
Dioksin bersifat lipofilik, maka dioksin ini mudah larut dalam lemak, sehingga mudah terakumulasi dalam jaringan makhluk hidup dan konsentrasinya dapat berlipat ganda pada jenjang yang lebih tinggi pada rantai makanan. Seiring perjalanan waktu, paparan dalam jumlah sedikit pun akan menumpuk sampai berpengaruh terhadap kesehatan. Saat terlepas ke udara, dioksin dapat menempuh jarak yang cukup jauh. Di air, dioksin dapat menumpuk pada tanah sungai, sehingga menempuh perjalanan lebih jauh ke hilir atau masuk ke tubuh ikan. Kebanyakan paparan dioksin yang kita alami terjadi melalui makanan. Dioksin yang terlepas ke atmosfer, menumpuk pada tanaman yang kemudian akan dimakan oleh hewan. Pada makhluk yang berada di bagian akhir rantai makanan, tentu penumpukan dioksin lebih tinggi. Karnivora, seperti manusia, mengakumulasi jumlah dioksin tertinggi, karena dioksin menumpuk dalam jaringan lemak. Bahkan, faktanya, pada sebagian besar orang 95% dioksin yang dikonsumsi berasal dari lemak hewani.
Bila makanan yang mengandung dioksin tersebut dimakan manusia, maka dioksin akan terakumulasi dalam tubuh dan berbahaya bagi kesehatan manusia, apabila paparan dioksin dengan kadar tinggi dalam jangka pendek pada manusia mengakibatkan lesi kulit seperti chloracne yaitu jenis jerawat permanen terutama pada bagian wajah dan tubuh bagian atas dengan gejala awal berupa gatal-gatal, bengkak, dan merah-merah. Chloracne dapat terjadi selama beberapa bulan hingga 15 tahun. Sedangkan jika pada paparan jangka panjang pada manusia dapat menyebabkan gangguan pada sistem imun, sistem syaraf, sistem endokrin, hati, pankreas, sistem pernafasan, fungsi reproduksi, serta efek lain seperti gangguan pertumbuhan pada anak, endometriosis, dan diabetes. Dioksin juga mampu mengubah fungsi genetika sel, sehingga dapat menyebabkan timbulnya penyakit genetis dan dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.  Berdasarkan data penelitian dan data epidemiologi manusia, dioksin diklasifikasikan oleh International Agency for Research on Cancer (IARC), sebagai karsinogen kelas 1 yaitu senyawa yang terbukti dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Kesimpulan

Dioksin merupakan suatu senyawa kimia yang bersifat racun (toksik) dan dapat menimbulkan kanker. Dioksin tebentuk dari manusia dan sumber alam, namun kebanyakan dioksin terbentuk dari manusia. Dioksin yang terbentuk dari manusia adalah dioksin yang terbentuk melalui proses industri kimia yang melibatkan klorin, proses pembakaran sampah insinerasi, produksi samping industri pembuatan pestisida, pulp, proses pembakaran kayu,  batu bara, bensin, atau minyak, limbah kota, peleburan logam, serta penyulingan. Sedangkan dioksin yang berasal dari sumber alam yaitu kebakaran hutan dan letusan gunung berapi. Dioksin terbentuk alami pada lingkungan dan tidak bisa terurai. Dioksin yang berada dalam lingkungan akan menempel pada tanaman, tanah, dan air.
Efek yang ditimbulkan dari dioksin dalam jangka waktu lama ialah menyebabkan kanker dan ateroskelosis, lalu efek jangka pendek dari toksisitas dioksin yaitu dapat menyebabkan lesi kulit seperti chloracne. Dampak lain dari toksisitas dioksin adalah cacat pada janin, gangguan sistem kekebalan tubuh, mempengaruhi sistem saraf, sistem endokrin, fungsi reproduksi, meningkatkan tigliserida dan kolesterol, menyebabkan gangguan fungsi hati dan jantung, serta dapat membuat gangguan pada pertumbuhan. 
Semua hal yang berkaitan dengan dioksin telah dirumuskan secara legal dalam  peraturan pemerintah mengenai bahan beracun dan berbahaya (B3) pada peraturan pemerintah Nomor 8 tahun 1999 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun dan telah di ubah menjadi peraturan pemerintah  No 85 tahun 1999, dan peraturan pemerintah Nomor 74 tahun 2001 tentang pengelolan bahan berbahaya dan beracun. 


Daftar Pustaka

  • Ansyori, Isa. 2011. Bahaya Dioksin. Beranda Pusarpedal Vol 3 Tangerang
  • Beranda PUSARPEDAL Volume 2 Edisi Mei-Agustus 2010 
  • Beranda PUSARPEDAL Volume 3 Edisi Januari-April 2011
  • Buletin Keamanan Pangan Badan POM RI Volume 17 tahun 2010
  • Wulandari, yennie. 2010. Cemaran Senyawa Dioksin dalam Pangan (Buletin Keamanan Pangan). BPOM RI Volume 17 tahun IX
  • Latief, A. Sutowo. 2010. Manfaat dan Dampak Penggunaan Insinerator terhadap Lingkungan. Jurnal Teknis Vol. 5 No.1. Halaman 20 - 24
  • Montague, Peter. 1994. Dioxin Danger More Than Expected. Diakses dari https://www.greenleft.org.au/node/8639 pada 22 Maret 2014 pukul 00.30 WIB
  • Martunus, dkk. 2007. Ekstraksi Dioksin dalam Limbah Air Buangan Industri Pupl dan Kertas dengan Pelarut Toluen. Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 1. Halaman 1-5
  • NIH [National Institute of Environmental Health Science]. 2012. Dioxin. Diakses dari www.niehs.nih.gov pada 22 Maret 2014 pukul 00.50 WIB
  • O Sorg, M Zennegg, P Schmid, R Fedosyuk, R Valikhnovskyi, O Gaide, V Kniazevych, J-H Saurat (2009). "2,3,7,8-tetrachlorodibenzo-p-dioxin (TCDD) poisoning in Victor Yushchenko: identification and measurement of TCDD metabolites". The Lancet 374 (9696): 1179–85. BBC (13 January 2010). "Profile: Viktor Yushchenko"
  • WHO [Wolrd Health Organization].2010.Dioxin and their effects on human health. Fact Sheet Nº225. Diakses dari http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs225/en/  pada 22 Maret 2014 pukul 00.15 WIB